Wah, Presidum Alumni 212 Setuju ‘Jakarta Bersyariah’

0
388

Mmorr.news – Geisz Chalifah, aktifis dan budayawan di Jakarta mengaku tidak setuju bahwa seolah-olah Anies Sandi menang dalam Pilkada DKI 2017 lalu karena isu sara.

“Saya tak setuju jika kemenangan Anies Sandi di katakan karena isu sara, sebenarnya itu adalah sebuah aksi reaksi saja ketika relawan teman Ahok berkampanye lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada muslim tapi korupsi. Inikan seolah menuduh semua pemimpin dari orang muslim itu korupsi”, ujar dalam diskusi Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI) bertema 100 Hari Anies Sandi, Benarkah Ada Jakarta Bersyariah, Bagaimana Realisasinya? di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (07/02/2018).

Menurut Geisz, jangan juga isu syariah ini di generalisir menjadi anti NKRI, intoleran dan di lawan dengan isu saya Indonesia saya Pancasila, rasanya tidak sehat kita ini bernegara. Tapi apapun itu kita harus mengucapkan terima kasih sama Ahok, karena tanpa Ahok maka tak akan mungkin muncul sosok pemimpin seperti Anies.

“Jadi kekalahan Ahok ini bukan karena isi sara tapi lebih pada pribadi Ahok sendiri yang membuat ummat muslim moderat, ummat yang di tengah sekalipun marah dengan ucapannya soal Al Maidah 51, wong yang ikut aksi 212 itu temen-temen saya banyak kok yang sekuler, tukang mabok juga tapi merasa terganggu dengan ucapan Ahok itu”, tegas Geisz yang mengaku sahabat Anies ini.

Sebelumnya di kesempatan yang sama, KH. Taufiq Damas, Wakil Khatib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Isu Sara (suku, agama, ras dan antar golongan) hanya di jadikan sebagai alat kampanye, contoh kasus di Jakarta. Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu adalah contoh penggunaan isu sara dalam pilkada yang paling buruk dan paling brutal selama proses demokrasi ini paska  reformasi.

Menurutnya, isu sara merupakan alat mobilisasi politik paling efektif, masjid dan musola di Jakarta di gunakan sebagai mimbar politik untuk menyebarkan isu sara.

“Ini tak boleh di biarkan terus menerus terjadi dalam sebuah moment domokrasi seperti Pilkada, agama di jadikan alat politik untuk mendelegitimasi lawan, ini berbahaya bagi kehidupan berbangsa kita”, tegas Taufiq.

Sementara itu Ustadz Aminuddin Presidum Alumni 212 mengatakan, sebenarnya secara kinerja ummat Islam tak ada masalah dengan Ahok, yang kami persoalkan sebenarnya lebih pada etika kepemimpinan Ahok yang suka memgumbar kemarahan pada rakyat kecil depan publik.

Selain itu kata ustadz Amin, da’wah yang paling efektif adalah da’wah lewat kekuasaan. “Coba anda lihat ketika berkuasa, hanya dengan satu tanda tangan Alexis langsung di tutup”, sebutnya.

Soal Jakarta bersyariah, NKRI bersyariah tegas Amin, dirinya setuju. “Dalam konteks Jakarta kalau kita bicara kaarifan lokal seperti temen-teman NU maka wajar dong sebagai mayoritas, ummat Islam menginginkan pemimpin muslim sama seperti kearifan lokal di NTT misalnya dari pemimpin katolik atau kristen” tukas dosen UBK ini.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here