Tiket Pesawat Semakin Mahal, GEMURA Aksi Agar Menteri Perhubungan Dicopot

0
93

Aksi damai yang dilakukan oleh DPP GEMURA menjadi indikasi bahwa kebijakan pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Aksi kali ini memprotes Budi Karya atas kenaikan tiket pesawat. Aksi dilakukan di depan kantor kementerian perhubungan, Senin (2/19), mendesak agar Menteri Perhubungan, Budi Karya agar menurunkan harga tiket pesawat.

Koordinator aksi, Nizar Chaeroni menyampaikan bahwa aksi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah digelar GEMURA pekan lalu. “Kenaikan harga tiket pesawat telah menyebabkan efek domino terjadi di masyarakat. Diantaranya lesunya pariwisata, dan melemahnya potensi bisnis antar wilayah,” ungkapnya.

Pemerintah tidak hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kebijakan naiknya tiket pesawat dirasakan akibatnya oleh semua orang.

“Pemerintah tidak becus dalam mengurus hajat hidup orang banyak. Kami meminta agar menteri perhubungan mampu mempengaruhi maskapai untuk menurunkan harga tiket pesawat sehingga perekonomian dan pariwisata dapat berjalan lancar,” paparnya.

GEMURA menilai bahwa kebijakan tersebut erat kaitannya dengan kontestasi politik yang akan digelar nanti. Pesta demokrasi seolah menjadi ajang bisnis para pemilik maskapai.

“Pemerintah harusnya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibanding pemilik maskapai. Kami menduga ada permainan atas munculnya kebijakan ini. Pemerintah seolah diam atas naiknya tiket pesawat, terlebih kementrian perhubungan harus berbenah diri untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui kementerian perhubungan tidak hadir dalam diskusi GEMURA soal kenaikan harga tiket pesawat sehingga patut diduga bahwa pemerintah lepas tangan. “DPP GEMURA pernah mengadakan diskusi terkait mahalnya tiket pesawat dan mengundang unsur dari pemerintahan, tapi tak ada satu pun yang hadir, padahal kami ingin mendengar klarifikasi dari pemerintah terkait hal itu,” katanya saat ditemui redaksi. (Red-ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here