Terima 1,5 Miliar Dari SKPD, Cabup Batubara dan DPRD Sumut Dipanggil KPK

0
42

SUMUT, MMORR.NEWS – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang diduga menerima aliran dana pengesahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah, tahun 2016 dan 2017 akan segera dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dari sekian banyak anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara tersebut, yang menerima aliran dana salah satunya adalah calon bupati Batubara dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, Zahir diduga menerima suap dari sejumlah kepala Dinas di Provinsi Sumatera Utara berupa janji dan lain sebagainya. Untuk itu, kata Febri, kita akan melakukan pemeriksaan dalam waktu dekat.

“Sekarang kami memproses dua orang untuk kasus ini dan dua orang untuk kasus yang lain. Totalnya dari dua perkara kami akan segera tetapkan tiga orang tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Jurnalis.

Seperti yang diterangkan Febri, bagi nama-nama yang disebut, akan menjalani pemeriksaan selanjutnya. Zahir, kata Febri, diduga menerima suap sebanyak miliaran rupiah dari sejumlah pejabat di pemerintahan, dalam setiap pembahasan APBD Provinsi Sumatera Utara, tahun 2016 dan 2017.

Ia (Zahir) diduga menerima suap berupa janji oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah, untuk memuluskan dirinya berkontestasi pada Pilkada 2018 di kabupaten Batubara.

“Sejumlah proyek sengaja diarahkannya, guna menunjang sahwat politik dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati Batubara pada 27 juni 2018.” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Zahir, sambung Febri, diduga menerima suap sebanyak Rp. 1,5 Miliar, yang itu diperoleh dari tiga kepala SKPD terkait pembahasan APBD Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2016 dan 2017.

“Tentu akan ada unsur dari eksekutif, yang akan diperiksa, dalam hal ini DPRD setempat, semuanya atau hanya beberapa orang,” kata Febri. Masih ditempat yang sama, Juru Bicara KPK juga menyebutkan, dalam persoalan ini, penyidik juga akan memeriksa pejabat pemerintah yang dicurigai terlibat.

Terpisah, Warga kabuten Batubara, Irwansyah (37) tahun merasa bersyukur, atas adanya pemeriksaan pejabat daerah di Provinsi Sumatera Utara, yang melibatkan calon bupati Batubara, dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.

“Pada saat dia menjabat sebagai calon Bupati Batubara perode yang lalu, banyak luka yang ditinggalkannya, salah satunya pengasutan, fitnah, serta janji-janji hoax yang ia tawarkan kepada rakyat satu pun tidak ada trealisasi,” kata Irwansyah (37) di kecamatan Talawi. (Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here