Surat Islam untuk Bangsa

0
678

Penulis

Nur Cholish Hasan

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

MMORR.NEWS-Kemerdekaan Indonesia bukanlah ujung dari penderitaan bangsa Indnesia. Dewasa ini, penderitaan dan bentuk penindasan semakin menjadi-jadi. Sadar ataupun tidak sadar generasi kriminal sejak awal manusia diciptakan sampai lusa, akan selalu ada dan berkemabang bahkan melalui mekanisme pembelajaran ataupun pengajaran secara sistematis.

Kejahatan ini akan kita maknai dari sudut pamdang Islam, yakni sebuah perbuatan yang melanggar sebuah aturan dalam Islam. Kenapa harus Islam ? Jawabannya adalah karna Islam telah mengatur semua sendi kehidupan bahkan sampai hal yang paling kecil dan sepele. Islam juga toh sudah mengatur bagaimana hidup bersosial dan bernegara, maka dari itu Islam sudah mewakili pandangan kejahatan menurut sudut pandang keduanya.

Islam datang sangat menjunjung tinggi setiap hak individu ataupun kelompok. Bahkan ketika berbicara tentang bernegara, Islam sudah berupaya membentuk konsep etika dalam bernegara. Dan ketika berbicara etika bernegara sudah termasuk dalam etika hubungan bersosial.

Dalam al-Quran surat Balad, jelas sudah diatur bagaimana kita saling menjunjung tinggi tiap hak individu. Pada ayat tersebut sangat menarik karna mengupas dari fitrah manusia dalam keadaan susah payah. Dari sinilah kita berangkat dan berjuang demi mendapat sebuah kesejahteraan. Kesejahteraan dan keterpurukan adalah bukan sebuah fitrah atau keniscayaan.

Nabi Muhammad memilih hidup dalam sebuah kesederhanaan demi memahami bagaimana bentuk diskriminasi yg dirasakan kalangan bawah oleh para borjouis dan penguasa saat itu. Begitu juga Karl Marx, salah satu tokoh sosialis yang berangkat dari hidupnya lemah yang kemudian melihat penindasan terhadap hak-hak pekerja yang menderita dalam tubuh sistem kapitalis.

Dari kedua tokoh diatas pada dasarnya sama yakni perjuangan rakyat yang lemah dan tertindas atau dalam Islam biasa disebut dengan istilah “Mustadz’afin”. Dewasa ini, seiringin wajah kejahatan sudah semakin maju, ini adalah tantangan perjuangan kita melanjutkan para pejuang kita yang sudah merebut kemerdekaan Indonesia lebih dulu. Banyak bentuk imperialisme sekarang yang sekarang tak sadar sama sekali sedang mebentuk sebuah sebuah kehidupan kita.

Allah telah menunjukan sebuah kebajikan dan kejahatan, manusia dituntut untuk memilih degan pemberian sebelumnya, yakni mata dan sebuah lidah. Hal ini, menjadi tamparan keras jika kita tak melihat dan abai terhadap orang lain apalagi saudara kerabatnya.
Dalam surat Balad jelas disebutkan bagaimana jalan menuju kebajikan itu adalah mendaki dan sukar. Ini tantangan kita, apakah mampu atau tidak. Akan tetapi dalam surat Balad bukanlah pertanyaan mampu atau tidak, tapi apakah mau atau tidak mendaki dan melewati jalan yang sukar.

Semangat mendapat cita-cita kesejahteraan dan kemakmuran bersama inilah yang melandasi nilai Islam dan sosialisme. Membebaskan perbudakan dan pinindasan dari cengkraman kapitalis (istilah era modern) yang semakin menjadi-jadi dan memperkaya diri tanpa memperhatikan hak orang lain.

Ini sangat penting karna keterpurukan dan kemiskinan jelas sebuah dosa karna berpeluang melahirkan sebuah tidakan kejahatan dan tindak kriminal. Maka dari itu, Islam megatur dan peduli demi kesejahteraan bersama dan ini kiat yang harus diperjuangkan dalam bernegaran dan bersosial.( Ed/kiki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here