Stop Politisasi Aksi 212 Untuk Kepentingan Pilpres 2019

0
69

MMORR.NEWS – Dinamika politik Pilkada DKI Jakarta 2016 hingga putaran kedua pada Februari 2017 setelah satu tahun berlalu hingga kini masih menyisakan kegaduhan politik di tengah masyarakat terutama di media sosial sebagai trend baru gaya hidup masyarakat zaman ‘now’.

Momentum paling fenomenal yang menyita perhatian dunia adalah di gelarnya aksi masa besar dengan jumlah peserta mencapai 7 juta orang pada 2 Desember 2016 atau yang di kenal dengan aksi 212.

“Saat ini ‘ghiroh’ atau semangat keummatan pada gerakan 212 ini seolah-olah terklaim milik kelompok dan ormas tertentu saja seperti FPI, FUI atau Persaudaraan Alumni (PA) 212 semata”, ujar M. Fatih Koordinator Forum Ummat Islam Revolusioner (FUIR) dalam keterangan tertulis yang di terima redaksi, Selasa (27/03/2018)

Menurut Fatih, Ini menjadi persoalan ketika semangat ummat yang besar dalam gerakan 212 ditarik dan dibawa masuk dalam politik praktis seperti Pilkada 2018 dan juga Pileg/Pilpres 2019. Sedangkan pada dasarnya gerakan 212 terdiri dari elemen ummat Islam yang tersebar ke berbagai ormas yang memiliki pilihan/afiliasi politik sendiri dan bersifat mandiri.

Gerakan 212 adalah gerakan besar karena kuatnya “ghiroh keummatan” yang merasa keyakinannya terganggu sehingga gerakan 212 bukan hanya milik FPI, FUI atau PA 212 semata tapi milik semua elemen ormas dan elemen ummat Islam yang terlibat langsung atau tidak langsung, di darat maupun di udara (medsos).

FUIR meminta pihak-pihak yang selalu mengklaim dirinya paling mewakili ummat Islam untuk berhenti menjual ghiroh gerakan keummatan untuk kepentingan sekelompok orang tertentu.

“Besarnya Ghiroh keummatan jangan lagi di pakai oleh tokoh-tokoh tertentu dengan memanfaatkan isu – isu keIslaman untuk tujuan politik sempit kekuasaan. Ummat Islam yang mayoritas diam (silent majority) dan bergerak saat keyakinannya terusik jangan lagi di dorong-dorong, di giring ke politik praktis”, sebut Fatih.

Mereka (ummat Islam) kata dia, telah berjuang dengan swadaya dan mandiri, tulus ikhlas. Jadi  Stop Politisasi “Ghiroh Keummatan” Dalam Gerakan 212 Untuk Kepentingan Pilpres 2019.Tetapi setelah menduduki kekuasaan, ummat Islam nantinya akan di tinggal kan, ummat Islam di jauhi, ummat Islam di suruh kembali ke barak. 

Kami (FUIR) juga merupakan bagian dari gerakan besar 212 yang tergerak karena keyakinan kami. Namun sebagai warga negara yang baik kami berhak melakukan kritik yang membangun kepada umara yang terpilih karena kontribusi gerakan 212. Terbukti pasca melakukan aksi gubernur DKI Jakarta mengeluarkan pergub yang melawan prostitusi dan narkoba.

“Untuk itu FUIR menegaskan akan melawan semua anasir-anasir perorangan/kelompok berotak burung unta yang mengklaim dirinya sebagai kelompok yang paling mewakili gerakan 212 yang terus menggiring gerakan 212 ini ke kepentingan politik kekuasaan pemilihan presiden 2019 mendatang”,pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here