Soal Video Viral. Meski Sudah Minta Maaf, Mahasiswa Tetap Akan Laporkan Kapolri Ke Polisi

0
537

Mmorr.news – Ketua Pertahanan Ideologi Serikat Islam (PERISAI) DKI Jakarta, Arif Hidayat mengatakan, sangat kecewa dengan statemen Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian yang menyebutkan jika seluruh jajarannya di seluruh instansi kepolisian untuk mendekati dua ormas Islam saja, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Apalagi salah satu alasan Kapolri adalah hanya dua organisasi Islam tersebut yang menjadi pejuang kemerdekaan Indonesia, sementara organisasi Islam lainnya tidak dan bahkan menjadi perusak NKRI”, tegas Arif dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018) malam.

Menurut Arif, ada pihak yang sengaja menghembuskan umat Islam di luar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah itu merontokkan NKRI.

“Itu perlu dilarifikasi bahwa kami kaum Pertahanan Ideologi Serikat Islam Perisai (yang merupakan) oganisasi sayap Serikat Islam tidak mungkin merontokkan NKRI,” sebut Arif.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) DKI Jakarta, Gauhara Kumala menegaskan, jika pernyataan Kapolri tersebut telah menodai persatuan dan kesatuan organisasi Islam di Indonesia.

“ Jenderal Tito Karnavian telah menodai rasa persatuan dan kesatuan kerukunan Umat beragama khususnya umat Islam Indonesia,” serunya.

Kumala meminta, agar seluruh organisasi Islam untuk bersatu memberikan sikap tegas kepada Kapolri untuk menjadi pembelajaran kepada siapapun pejabat negara agar bisa menjaga lisannya.

Hal ini seharusnya membuat girroh keislaman kita bersatu padu untuk memberikan pelajaran penting kepada pejabat publik untuk tidak sembrono dalam menyampaikan pernyataannya, jangan semberono, sambungnya.

Untuk itu tambah dia, SEMMI DKI Jakarta dan Perisai DKI Jakarta menuntut agar Kapolri segera meminta maaf secara terbuka dan disampaikan melalui media massa kepada seluruh ummat muslim di Indonesia, dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa di kemudian harinya.

“Permintaan maaf tentu, Pak Tito Karnavian harus meminta maaf kepada umat Islam melalui media, karena videonya viral kan melalui media. Kami kira beliau harus meminta maaf melalui media terkhusus terkait masalah ini, dan menurut kami itu yang lebih bijaksana”

“Kami akan tetap akan menempuh jalur hukum yang ada, yakni melaporkan sikap dan ucapan Kapolri tersebut kepada Divisi Propam Mabes Polri serta, melaporkan Jenderal Tito Karnavian ke Propam Mabes Polri karena telah melanggar peraturan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik,” tukas Kumala.

Selain itu kata Kumala,  jika Kapolri abai dalam seruannya tersebut, Ia berjanji akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut agar Jenderal Tito Karnavian dicopot dari jabatannya saat ini.

“Copot Jenderal Polisi Tito Karnavian yang telah melecehkan agama dan penuduhan terhadap ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang ingin merontokkan NKRI”, pungkasnya.

Sebelumnya Selasa (30/01) Kapolri telah mengumpulkan sejumlah ormas Islam untuk memgklarifikasi soal pernyataannya.

Menurut Kapolri, konteks pernyataannya itu durasinya 26 menit, hampir setengah jam. Dia tidak bermaksud untuk menegasikan peran ormas Islam. Pernyataannya itu di potong hanya 2 menit sehingga maksudnya jadi bias dan terjadi kesalapahaman ke publik.

Tito tak mau memperpanjang persoalan dengan mencari penyebar video yang kemudian jadi viral itu****

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here