Soal Video Viral Kapolri, PBNU Akan Tunggu Klarifikasi Jenderal Tito 

0
542

Mmorr.news – Video pidato Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian viral lantaran dalam penggalan sambutannya mengatakan bahwa Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan dua ormas pendiri bangsa Indonesia, sementara ormas Islam lainya justru ingin meruntuhkan NKRI.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH. Marsudi Syuhud mengungkapkan saat ini Kapolri perlu melakukan klarifikasi terhadap statemennya tersebut.

“Baiknya minta penjelasan dulu atau tabayyun kepada Pak Kapolri secara utuh, agar ungkapan Kapolri yang di Youtube bisa dipahami dengan tepat. Apa konteknya, dan bagaimana situasi ketika menyampaikannya,” ujar Marsudi  Rabu (31/1).

Menurut Marsudi, dalam faktanya memang banyak ormas lain di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut berjuang mati-matian melawan penjajah dari seluruh wilayah Indonesia.

“Tapi juga tidak bisa dipungkiri bahawa masih ada juga kelompok masyarakat yang masih mempertanyakan tetang cara bernegara dan berbangsa kita,” tutupnya.

Wasekjen MUI KH. Tengku Zulkarnain sebelumnya menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian lantaran pidatonya dianggap rawan memicu konfik.

Dalam isi surat terbukanya, Tengku Zulkarnain mengecam pernyataan Kapolri bahwa Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan dua ormas pendiri bangsa Indonesia, sementara ormas Islam lainya justru ingin meruntuhkan NKRI.

“Tampaknya, Bapak Kapolri sangat perlu belajar lagi tentang sejarah pergerakan dan perjuangan Indonesia. Sikap dan pengetahuan anda tentang hal Ini sangat mengecewakan,” tulis dia dalam akun Facebook, Senin kemarin.

Dirinya berharap agar Kapolri segera meminta maaf kepada seluruh umat Islam yang telah teraskiti oleh pernyataanya, menurutnya tidak perlu terkait rencana Kapolri memanggil seluruh ormas Islam yang ada untuk dijelaskan mengenai pernyataanya tersebut.

“Enggak perlu klarifikasi, yang penting minta maaf. Enggak perlu ngeles-ngeleslah. Sudah tersakiti umat Islam. cukup minta maaf,” pungkas Tengku Zulkarnain.

Pernyataan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang viral baru-baru ini merupakan penggalan sambutan dalam sebuah acara penandatanganan MoU dengan PBNU pada 2016 lalu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan, Kapolri akan melakukan pertemuan dengan ormas-ormas Islam dalam rangka silaturahmi. Pertemuan nanti diselenggarakan menyusul polemik video pidato Kapolri yang dinilai menyinggung sebagian umat Islam.(rmol/****)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here