Soal Video Viral Kapolri. Karman BM : Jangan Semua Isu Di Pakai Seolah Mau Perang

0
162

Mmornews – Beberapa hari ini menjadi viral potongan video pidato Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dalam sebuah Halaqoh Kebangsaan Nahdatul Ulama, isinya informasi bahwa Tito memerintahkan anak buahnya di seluruh Indonesia untuk pererat kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah, dan melarang kerjasama dengan ormas lainnya.

Hal ini mendapat tanggapan Karman BM / Direktur Eksekutif Al Mentra Institute dalam keterangannya pada redaksi, Jumat (02/01)

Menurut Karman, dalam klarifikasi Kapolri baik secara langsung ke Ulama dan pimpinan Ormas Islam, maupun melalui staf-stafnya, video tersebut telah dipotong potong. Yang peristiwanya terjadi pada awal 2017 lalu.

Yang ketika itu isyu politik kita adalah pro pancasila dan anti pancasila. Yang dalam kaca mata kepolisian memang ada ormas yang anti Pancasila. Siapa ormas yang anti Pancasila? Di forum tersebut Kapolri tidak sebutkan secara terbuka, namun memakai kata “lainnya”.

“Dan memilih menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai contoh ormas yang pro Pancasila dan terdepan mengawal NKRI dan harus tingkatkan kerjasama dengan keduanya”, beber Karman.

Dan karena hal tambah Karman, telah diklarifikasi oleh Kapolri secara langsung pada Ulama dan Pimpinan Ormas Islam, maka menurut saya bisa dipahami secara clear.

Maka untuk itu, mari kita ikuti saran dan arahan para ulama, untuk tidak memperpanjang lagi soal video itu. Untuk Tabayyun itu kami sampaikan apresiasi. Begitulah mestinya kita sebagai ummat Islam. Selalu Tabayyun.

Bahwa patut kita syukuri bersama, kita baru pertama punya Kapolri yang sangat terbuka dan akrab dengan Ormas Islam. Kita bisa buktikan dengan rajinya Kapolri dan jajarannya bersilaturrahmi ke Ormas tersebut, secara langsung atau melalui underbow ormas ormas tersebut.

Terakhir, penting kiranya untuk kita sama-sama ingat, bahwa kita masuk ke tahun politik, yang segala sesuatu sangat cepat menjadi bahan gorengan dan memicu tingginya eskalasi politik.

“Untuk itu mari kita sama sama tahan diri dan tidak terprovokasi untuk melakukan hal hal yang bisa mengganggu stabilitas. Dan jangan semua isyu dipakai untuk seolah olah mau perang terus”, pungkas tokoh muda Asal Lombok NTB ini.****

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here