Soal Kasus FH, Mahasiswa Desak MKD Beri Sangsi Presiden PKS

0
75

MMORR.NEWS – Ratusan masa yang menamakan dirinya Front Mahasiswa Indonesia Peduli Keadilan (FMI – PK) menggelar demonstrasi di depan gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin (30/04/2018). Mereka mendesak Mahkamah Kehomatan Dewan (MKD) DPR RI untuk memberi sangsi tegas kepada Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhamad Sohibul Iman (MSI) atas kasus pencemaran nama baik Fahri Hamzah (FH) wakil ketua DPR RI.

Sebelum ke DPR RI, masa telah menggelar aksi demostrasi depan Polda Metrojaya, mendesak Polda Metrojaya segera memproses hukum kasus MSI.

Negara Indonesia adalah negara hukum, tak ada pandang bulu, siapapun dia semua di jamin oleh konstitusi sama di depan hukum termasuk Muhamad Sohibul Iman (MSI) Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ujar M. Iwan, koordinator Front Mahasiswa Indonesia Peduli Keadilan (FMI – PK) 

Iwan menerangkan, MSI dalam sebuah talk show di media televisi swasta nasional beberapa waktu lalu MSI menyebut Fahri Hamzah (FH) sebagai Pembangkang dan Pembohong. Tak terima, FH melaporkan MSI dengan pasal pencemaran nama baik ke Polda Metrojaya.

Pencemaran nama baik FH oleh MSI adalah salah satu bentuk kejahatan dan fitnah keji untuk memjatuhkan martabat FH, sehingga tidak bisa di biarkan. Indonesia adalah negara hukum meski MSI adalah tokoh politik nasional yang di segani, MKD harus netral dalam menangani kasus ini serta tegas memberi sangsi meski MSI adalah tokoh utama di PKS, tegas Iwan

Menurut Iwan, sebagai seorang pucuk pimpinan partai, mestinya MSI harus menjadi panutan bagi semua anggotanya, harus mampu menjaga stabilitas antar anggota partai, bukan malah menebar fitnah dan menjatuhkan martabat kadernya yang juga pimpinan lembaga tinggi negara, sebut Iwan.

Untuk itu sambung Iwan, FMI – PK terpanggil jiwa nasionalisme, merasa prihatin dengan Kondisi yang dialami oleh FH ini mendorong FH untuk mengambil alih posisi MSI sebagai Presiden PKS kemudian memecat MSI dari PKS. PKS sebagai partai ummat membutuhkan teladan yang mencerminkan keadilan dalam proses pengambilan kebijakan, pungkas Iwan.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here