Segera Deklarasikan RENAS 212 JPRI. Nasir : Hembuskan Jokowi Anti Ummat Islam Adalah Isu Politik Murahan

0
3460

Jakarta, MMORR.NEWS – Pembentukan organisasi Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (RENAS 212 JPRI) untuk mendukung pencalonan kembali Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden periode 2019 – 2024 di Pemilu Presiden 2019 direncanakan akan di deklarasikan pada bulan Maret mendatang. Demikian di sampaikan Nasir Koordinator Nasional (Kornas) RENAS 212 JPRI dalam perbincangan dengan redaksi, Rabu (28/02).

Menurut Nasir, RENAS 212 akan segera berkordinasi dengan Kepala Staf Kepresidenan soal rencana pembentukan relawan yang ditargetkan beranggotakan lima juta relawan inti yang tersebar di 34 propinsi.

“Pasal RENAS 212 JPRI akan dibentuk di 34 Propinsi” tegas Nasir yang juga mantan aktifis mahasiswa berbasis Islam modernis ini.

Kata dia, pengukuhan dukungan tersebut akan dilembagakan dalam Rakernas 1 di Bali. Sekaligus membuat desain strategis terkait langkah-langkah kerja pembentukan Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden RI di 34 propinsi, ujar Nasir saat di temui di kompleks DPR RI Senayan.

Nasir menegaskan, segmen relawan sebagian besar dari kalangan pemuda. Jumlah relawan tersebut menurut nasir cukup signifikan untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI untuk periode ke dua pada Pilpres 2019. RENAS 212 JPRI memiliki struktur dari pusat hingga kabupaten/kota.

“Renas 212 JPRI dibentuk untuk mengimbangi Jokowi soal isu-isu kedekatan Jokowi dengan umat Islam, ulama dan umaroh. Renas hadir untuk menunjukan pada rakyat bahwa ummat Islam masih dan tetap ingin di pimpin Presiden Jokowi”, ungkap Nasir.

Nasir menjelaskan, sebagai pemimpin negara dengan jumlah ummat Islam terbesar di dunia tentu komitmen keIslaman pak Jokowi tak perlu lagi di ragukan.

“Ambil saja contoh komitmen pak Jokowi dalam menyelesaikan dan memfasilitasi perdamaian di Afganistan. Di tengah ancaman hujan peluru paska teror bom di kota Kabul, pak Jokowi tetap datang sesuai jadwal tanpa rompi anti peluru”, sebut Nasir.

Selain itu beber Nasir, komitmen dan pro aktif Jokowi dalam menyelesaikan konflik Rakhine Myanmar mendapatkan apresiasi dari PBB dengan di tunjuknya Indonesia menjadi negosiator PBB di Myanmar.

“Di dalam negeri, Pak Jokowi juga memberi perhatian yang besar bagi keberlangsungan pesantren dan sekolah diniyah. Serta kedekatan Jokowi dengan kalangan ulama baik di Jawa maupun luar Jawa sehingga isu di hembuskan oleh kaum “radikalis” bahwa Jokowi anti ummat Islam adalah isu politik murahan untuk kepentingan politiknya sendiri”, seru Nasir.

“Kami akan berhadapan langsung dengan kaum radikalis ini yang menggunakan isu Islam sebagai komoditas politik dan radakalisasi masa berbasis isu sara. Kami akan merangkul musola dan masjid se Indonesia sebagai corong menyampaikan Islam rahmatan lil alamin”, pungkas Nasir.****

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here