Puan Ajak Siswa Pelihara Keberagaman & Selalu Ingat Sejarah Bangsa

0
35

KIP ATM Kartu Indonesia Pintar berbentuk ATM merupakan terobosan pemerintah dalam menjamin anak usia sekolah agar tidak putus sekolah dan melanjutkan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah.

Setiap anak yang telah memiliki KIP ATM pasti memiliki rekening tabungan di bank dan dapat dicairkan di mana saja. Namun, Anak-anak Penerima KIP ATM ini diimbau agar dana yang terdapat dalam rekening bank itu benar-benar diguanakan untuk keperluan sekolah.

Kalaupun tidak digunakan, dana itu dapat jadi tabungan bagi Si Anak Penerima. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan pesannya ini kepada sekitar 200 siswa yatim dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK maupun Pendidikan Kesetaraan di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (27/01/2018).

Menurutnya, Jumlah uang yang diberikan masing-masing setiap tahun setelah kenaikan kelas itu kepada siswa kurang mampu antara lain: SD sebesar Rp450 ribu; SMP Rp750 ribu; dan SMA/SMK Rp1 juta.

Pada kesempatan ini, Menko PMK kembali mengingatkan pentingnya pendidikan karakter khususnya pemahaman dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila kepada para siswa.

“Anak-anak sejak usia dini, TK, perlu diberi pengetahuan dan dibiasakan untuk menghargai teman maupun gurunya yang berbeda suku maupun agamanya. Kita mempersiapkan siswa yang cerdas yang berakhlak mulia dengan berkepribadian Indonesia,” paparnya.

Menko PMK dalam agenda di hari kedua kunjungan kerjanya menyambangi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Kecamatan Medan Sunggal. Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang didirikan dan dirintis oleh dr. Sofyan Tan pada tahun 1987, bertujuan memberikan pendidikan bagi anak-anak tidak mampu, dari TK sampai SMA dan SMK dengan asas pembauran.

Pembauran ini, dipraktikkan juga dengan membangun lima rumah ibadah yaitu pura, vihara, masjid dan gereja untuk memberikan kesempatan beribadah kepada para siswa dan guru sesuai agamanya.

“Keragaman adalah realitas yang tidak dapat dipungkiri dan harus kita jaga bersama,” tandasnya dalam sambutan. “Inilah Indonesia, lengkap dengan sengaja keberagaman. Dan semua ini yang harus selalu kita jaga. Kita ini satu bangsa besar, satu keluarga yang hidup dalam satu negara bernama Indonesia.”

“Saya harap dari 3.000 siswa yang bersekolah di YP SIM, kelak ada yang menjadi pemimpin di tingkat nasional maupun di tingkat daerah yang mampu menunjukkan kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jaya,” kata Menko PMK lagi.

Acara pemberian KIP ATM di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda ini turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy; Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembauran Sultan Iskandar Muda, dr. Sofyan Tan; Wakil Gubernur Sumatera Utara; Wakil dan Wakil Walikota Medan; Ketua DPRD Sumut; Anggota DPR RI; Djarot Saiful Hidayat; Sihar Sitorus; Perwakilan Negara Sahabat; Perwakilan BPK RI; Pengurus yayasan, para Guru dan Komite Sekolah dari Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda; Para Siswa dan orangtua siswa; Media massa, dan undangan lainnya. Selain pemberian KIP ATM, Menko PMK juga berkesempatan meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Auditorium Bung Karno.

Auditorium Bung Karno ini direncanakan pembangunannya selama 6 – 12 tahun dengan biaya sekitar Rp8 miliar. Selain memberikan KIP ATM, Menko PMK mengajak siswa sekolah YP SIM untuk berdialog dengan akrab sambil menggelar kuis berhadiah menarik.

Tujuannya, Menko PMK ingin mengetahui langsung apa saja kebutuhan anak sebenarnya saat sekolah, selain memang ingin bertatap muka langsung. Setelah berdialog, Menko PMK menerima cendera mata dan menandatangani prasasti dimulainya pembangunan Auditorium Bung Karno.

“Saya menyambut baik rencana pembangunan auditorium Bung Karno dan berharap agar auditorium dan fasilitas keagamaan di YP SIM dapat dimanfaatkan oleh siswa dari sekolah-sekolah di sekitarnya, sebagai bentuk gotong royong dalam menjalankan kegiatan pendidikan karakter”.

Kiranya sekolah-sekolah di YP SIM ini dapat menjadi sekolah rujukan bagi sekolah lain,” tutup Menko PMK dalam sambutannya seraya berpesan agar Bangsa Indonesia khususnya anak-anak tidak melupakan sejarah dan jasa-jasa para pahlawan. (*)

BAGIKAN
Berita sebelumyaGawat, Mendagri Makar Pada Negara
Berita berikutnyaIni Cerita Nana Mirdad Soal Calon Suaminya
Mmorr News akan selalu berupacaya menjaga kemurnian berita yang disampaikan. Semua Isi konten berita menjadi tanggung jawab penuh si penulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here