Polri Dalami Status Ex Jubir HTI Di Kasus Hoax Bendera

0
42

MMORR.NEWS – Mabes Polri masih mendalami status mantan Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto setelah dilaporkan oleh Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) ke Bareskrim karena dianggap menyebarkan berita bohong di media sosial (Medsos) terkait bendera HTI. 

“Semua didalami dulu fakta-fakta yang ada itu di dalami,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, gedung Divhumas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/10). 

Tujuan Polri mendalami kasus tersebut dalam rangka untuk memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. Setelah barang bukti dan alat bukti terpenuhi, maka kasusnya akan dinaikan ke tingkat penyidikan untuk menetapkan status tersangka terhadap Ismail Yustanto. 

“Unsur perbuatan melawan hukumnya harus terpenuhi. Kalau sudah terpenuhi, nanti penyidik yang akan menganalisa itu,” ujarnya. 

Dalam penyelidikan, nantinya polri akan memanggil pihak pelapor dan terlapor untuk dimintai keterangannya, baik sebagai saksi maupun tersangka. Saat ini, dikatakan Dedi, penyidik akan melihat laporan yang dilayangkan FUIR. 

“Lihat dulu, laporan kan belum masuk ke penyidik. Laporan polisi sampai mana, kita belum tahu,” ucapnya. 

Jenderal bintang satu itu menambahkan, Polri akan bekerja profesional dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian, karena saat ini merupakan tahun politik menjelang pesta demokrasi. 

“Jelas polisi tetap bekerja secara profesional dan mengedepankan asas kehati-hatian yang lebih tinggi di tahun pesta demokrasi ini semua harus ada asas kehati-hatian yang lebih tinggi,” tuturnya. 

Sebelumnya diketahui, Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) melaporkan mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yustanto ke Bareskrim Polri, karena dianggap menyebarkan berita bohong di media sosial (Medsos). 

“Kebohongannya itu karena dia mengatakan enggak ada bendera HTI, tetapi faktanya bahwa bendera itu masih ada. Beliau (Ismail) menyebarkan lewat twitter bahwa bendera HTI itu enggak ada tetapi faktanya itu ada,” kata Ketua Tim Advokasi FUIR Rivai Sabon Mehen di Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/10). 

Menurut dia, bendera HTI saat ini sudah menyebar di seluruh Indonesia dan apa yang disampaikan Ismail adalah sebuah kebohongan. 

“Jadi intinya kita datang melaporkan beliau (Ismail) karna beliau menyebarkan kebohongan. Ya jadi memang bendera HTI kan faktanya ada,” ujarnya. 

Atas dasar hal tersebut pihaknya melaporkan dengan nomor laporan bernomor polisi: LP/B/1369/X/2018/Bareskrim tanggal 25 Oktober 2018 itu hanya untuk mengingatkan Ismail.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here