Poling Kubu Prabowo Untuk Apa?

0
291

MMORR.NEWS- Tiba tiba kawan-kawan saya dari berbagai penjuru menjapri saya mengirim foto yang sedang viral bersebaran di dunia sosmed tentang hasil polling bahwa Jokowi kalah.

Dari kubu Prabowo seperti mengetawain saya atas kekalahan Jokowi pada polling tersebut. Berapa teman saya ada yang down mengatakan bahwa ini awal kekalahan.

Saya mencoba menenangkan agar tidak usah percaya hal-hal seperti itu dan tetap semangat bergerak kebawah bahwa rakyat sesungguhnya sangat mencintai Jokowi. Sosok Jokowi adalah sosok yang diimpikan rakyat. Meski presiden, dia tetap merakyat, pekerja keras yang tanpa lelah bergerak menuju kemajuan Indonesia dan berbagai kepribadian keteladanan lainnya yang langka didapat pada tokoh-tokoh yang saat ini muncul di republik ini.

Sebenarnya kita tidak usah kaget dengan permainan lama kubu Prabowo memanipulasi hasil polling atau membuat polling abal-abal yang tidak ada kaidah ilmiahnya. Polling dilakukan didunia sosmed tidak bisa sama sekali jadi acuan kebenaran kecuali otaknya terbalik.

Permainan lama yang sudah basi ini (karena lemahnya daya otak kreatif) masih tetap mereka lakukan bertujuan untuk mempengaruhi publik atau menyerang psikologis kubu Jokowi agar down.

Setelah saya cek di twitter hasil polling itu ternyata benar seperti saya duga. Hanpir semua polling hasil mobilisir massa atau pengerahan pasukan buzzer cyber army kubu Prabowo serta merekaya data. Mari kita kupas satu per satu kebenarannya :

*1. Polling dilakukan media Kumparan*
Poliing dilakukan oleh kumparan diserbu para kubu Prabowo dengan mendapat hasil suara 79% untuk Prabowo dan 21% untuk Jokowi.

Pada komen-komen yang ada di polling tersebut terbaca jelas para gerombolan buzzer kubu Prabowo menyerbu poliing tersebut untuk memenangkan Prabowo.

Jika suara ini murni, sehancur2nya suara Jokowi pasti kekalahannya tipis.
Bagi saya ini permainan kasar dan tidak kreatifnya mereka mencari pola2 baru memenangkan Prabowo.

*2. Polling dilakukan oleh ILC*
Bicara ILC sudah jelas dan dari dulu adalah kubu Prabowo.
Dalam hal ini tidak usah dibahas lagi. Apapun tentang Jokowi pasti negatif dimata mereka.

ILC di TV ONE milik Abu Rizal Bakhri dan Karni Ilyas presenter ILC adalah program live berbayar sudah dipersiapkan oleh kubu Prabowo untuk menyerang Jokowi dan membentuk opini pemenangan Prabowo.

*3. Polling dilakukan Fahira Idris anggota DPD RI*
Dia adalah orang pendukung militan Prabowo dan anti Jokowi.
Polling dilakukannya memenangkan Prabowo adalah sudah suatu kewajaran karena akunnya diisi oleh para gerombolannya.
Tapi lucunya hasil polling Fahira Idris ini, kemenangan Prabowo hanya 79%.
Artinya Jokowi berhasil merebut suara dipihak lawan sebesar 21%.

*4. Poling dilakukan oleh Polling Pilpres*
Akun bernama @Polling_Pilkada semakin membongkar permainan poling2an dilakukan oleh PKS (kubu Prabowo) agar laporan tentang uang Rp 500 M itu bahwa mereka telah berkerja secara masif membentuk opini oleh para cyber army mereka punya.

Waktu Pilkada Jawa Barat juga melakukan polling dengan memenangkan Sudrajat-Syaikhu memperoleh suara 79% dan Ridwan Kamil – UU sebesar 19%.
Poling abal2 ini akhirnya pada hari pemilihan dengan kemenangan Ridwan Kamil dan – UU.

*5. Poliing Faizal Assegaf*
Teman saya Faizal Assegaf pendatang baru sebagai pendukung Jokowi yang dulu adalah penyerang Jokowi tapi ketika mengadakan polling ternyata Jokowi menang 69% meski polling masih tersisa 4 hari lagi.

Polling ini sebuah fenomena aneh karena menginggat follower Faizal Assegaf ini sebagian besar adalah haters Jokowi yg digalang oleh FA sekian lama waktu sejak Jokowi jadi Gubernur DKI 2012.

Saya awalnya berpikiran polling dilakukan oleh FA ini, Jokowi pasti kalah telak. Tetapi anehnya Jokowi malah menang.

Para kubu Prabowo, hasil polling FA ini malah diedit dengan menyebarkan kemenangan Prabowo.

*6. Polling dilakukan oleh radio Elshinta*
Followenya radio Elshinta adalah kebanyakan orang umum. Pada pollingnya menghasilkan kemenangan Jokowi dengan perolehan suara 59%
Tetapi lucunya hasil polling radio Elshinta ini diedit dengan membuat hasil bahwa Prabowo menang 79%.

_*Kesimpulan :*_
1. Polling bukan alat ukur ilmiah untuk menentukan kebenaran. Yang percaya hasil polling berarti percaya pada logika para orang berotak terbalik.

2. Polling di media sosial tergantung followernya. Jika followernya anti Jokowi maka akan diisi oleh anti Jokowi dan jika followernya pendukung Prabowo maka pemenang pollingnya adalah dia

3. Kubu Prabowo terutama PKS sangat masif bergerak di dunia sosmed untuk mempengaruhi opini publik. Untuk itu diharap para Pendukung Jokowi untuk tidak lengah pada serangan udara tersebut. Bagi pendukung Jokowi yang tidak terbiasa mendapat serangan udara tersebut harap tetap berkoordinasi dengan teman2 yang berpengalaman.

4. Insyaallah menghadapi kubu Prabowo pada 2019 tidak begitu berat karena pilpres 2014, Prabowo pernah kalah ditambah cawapresnya tidak sosok yang kuat dan tidak memiliki pengaruh besar ditingkat nasional. Prestasi Prabowo tidak ada yang bisa dibanggakan maka rakyat pantas memilihnya sebagai Presiden Republik ini.

5. Jokowi adalah sosok yang langka di republik ini. Seorang presiden bekerja jungkir balik ke rakyatnya dan tidak sombong serta hidup sederhana. Beliau tidak memiliki masa lalu yg cacat seperti pihak sebelah.

#RugiTanpaJokowi

Penulis: ANZIL adalah Koordinator Nasional Poros Benhil dan aktivis mahasiswa ’98

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here