Persatuan Pergerakan Tolak Perpres 20/2018 Tentang TKA

0
77

MMORR.NEWS – Presiden Jokowi menandatangni Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA)/26-3-2018 yang di undangkan Menhukham /29-3-2018.

Perpres ini menggantikan Perpres Nomor 72 Tahun 2014 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang dibuat pada era presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Dengan keluarnya Perpes no 20/2018 dengan gampang memberikan kelonggaran terhadap masuknya TKA. Padahal dengan keluarnya peraturan tersebut secara alamiah akan memperkecil kesempatan pekerja Indonesia”, ujar Andrianto Presidium Persatuan pergerakan dalam diskusi di kawasan Jakarta selatan, Selasa (17/04/2018)

Menurut Andrianto, dia mensinyalir Perpres Nomor 20/2018 berdasar kacamata tunggal dan dengan pola pikir (mind set) eksternalitas. Ironisnya pada saat yang sama juga tidak cukup cermat memperhatikan faktor-faktor penentu lainnya secara internal.

Misalkan inventarisir masalah industrial yang akan terjadi dikarenakan kelonggaran terhadap TKA. Karena berdasarkan data dari Kemenakertrans, jumlah pengawas TKA sangat sedikit, yakni hanya 1.200 orang. Ini tidak sebanding dengan kebutuhan pengawasa terhadap TKA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan begitu Proses pengawasan yang tidak optimal akan berdampak pada penggunaan TKA pada bidang-bidang kerja yang seharusnya ditempati oleh pekerja domestic”, tegas Andrianto.

Pointnya misalkan sambung Andrianto, pasal 22 yang menyebut TKA bisa menggunakan jenis visa tinggal sementara (vitas) sebagai izin bekerja untuk hal-hal yang bersifat mendadak. Namun beleid tersebut tidak menjelaskan secara spesifik dan jelas karakteristik mendadak yang dimaksud.

Vitas merupakan syarat mutlak bagi TKA untuk mendapatkan Izin Tinggal Sementara (itas) yang izinnya dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Padahal, menurut UU Ketenagakerjaan no Nomor 13 Tahun 2003, izin hanya boleh diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, unggkap Andrianto.

Lanjut Andrianto, Lantas tidak ada batasan soal TKA Ini bisa saja TKA yang didatangkan unskill alias tidak punya nilai tambah justru bakal mengambil kerjaan warga negara yang justru makin sedikit akibat Pertumbuhan ekonomi yang stag 5 % pertahun fix selama 3 thn ini. Belum lagi angka pengangguran yang tinggi serta bertambahnya angkatan kerja 3 juta pertahun, pungkas aktifis 98 ini.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here