Pemuda Muslim Sulsel Anggap Ada Organ Liar Yang Catut Nama Organisasinya

0
71
Sekelompok orang mengatasnamakan Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan berencana menggelar Musyawarah Wilayah Ke-XII pada tanggal 10 Januari 2018 di Baruga Anging Mamiri Rumah Jabatan Walikota Makassar pada pukul 08-11 WITA.
 Sekaitan dengan hal tersebut, Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Kasman menyatakan bahwa institusinya tidak bertanggungjawab atas pelaksanaan Musyawarah Wilayah Ke-XII Pemuda Muslimin Indonesia, pada tanggal 10 Januari 2017 di Makassar tersebut.“Kami telah meminta kepada pihak Pemerintah Daerah dan Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak memberikan izin dan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud” Ujar Kasman dalam keteranganya beberapa waktu lalu.

Kasman juga menyerukan kepada oknum yang mengatasnamakan Pemuda Muslimin Indonesia dan akan menggelar Musyawarah Wilayah Ke-XII untuk segera menghentikan tindakan pencatutan nama organisasi yang anda lakukan, atau kami akan mengambil langkah hukum.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel untuk bersiap-siaga menunggu perkembangan selanjutnya” Tegas Kasman.

Pemuda Muslimin Indonesia adalah organisasi kepemudaan yang didirikan di Yogyakarta, 25 November 1928 atas kepeloporan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, yakni Agussalim, S.M. Kartosuwiryo, A.M. Sangadji, Muhammad Sardjan, Samsuridjal, Abdul Gani, dan Soemadi.

Kegigihan dan konsistensinya dalam melakukan pengaderan terhadap generasi muda muslim di Indonesia membuat organisasi ini bisa bertahan hingga hari ini. Telah 87 tahun waktu dilewati, dan telah sekian banyak kader umat dan bangsa yang dihasilkan.

Meskipun telah hadir sebelum negara ini merdeka, namun sebagai bentuk ketaatan pada aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemuda Muslimin Indonesia ikut mendaftarkan diri untuk mendapatkan legalitas sebagai organisasi yang sah beraktivitas di wilayah NKRI.

Pengakuan negara tersebut dibuktikan  melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. AHU-0000119.AH. 01.07.TAHUN 2015 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Pemuda Muslimin Indonesia tertanggal 02 Februari 2015 dengan kepengurusan Pimpinan Besar Masa Jihad 2014-2019 diketuai oleh M. Muhtadin Sabili bersama Evick Budianto sebagai Sekretaris Jenderal.

Begitupun di daerah ini, kepengurusannya mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia No. 010/B/SK/PB-MSXII/XII/2014 tentang Pengesahan Komposisi dan Susunan Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Masa Jihad 2014-2018, yang menunjuk Muhammad Kasman, S.E. (Ketua Umum) dan Muhtar, S.Pd. (Sekretaris Umum).

Menurut Kasman, Kiprah Pemuda Muslimin Indonesia di dunia kepemudaan tak bisa disepelekan. Hal ini membuat munculnya pihak-pihak yang ingin mendompleng pada kesuksesan dan mengklaim jejak perjuangan Pemuda Muslimin Indonesia. Seperti yang terjadi di Makassar Sulawesi Selatan.

Di ketahui Pemuda Muslimin yang merupakan sayap pemuda dari Syarekat Islam (SI) terpecah menjadi dua kubu sejak awal tahun 70 an setelah SI terpecah akibat infiltrasi politik orde baru sampai hari ini satu kubu menempati markas di Matraman Jakarta Pusat satu lagi di Slipi Jakarta Barat.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here