Pelajar & Mahasiswa Papua Di Jogja Angkat RM Acun Sebagai Orang Tua

0
244

YOGYAKARTA – Pelajar dan mahasiswa Papua di Yogyakarta (Jogja) mengangkat salah satu penghageng (pejabat) Kraton Ngayugyakarta Hadiningrat, RM. Acun Hadiwidjojo (KRT Poerbokusumo) sebagai orang tua kandung sekaligus penasihat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Syawalan Akbar Open House: ‘Syawalan Masyarakat Papua dengan Masyarakat Yogyakarta demi mewujudkan Yogyakarta Adem, Ayem dan Tentrem’, di nDalem Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Jumat (13/07/2018) malam.

Ketua Forum Pemuda dan Pelajar Papua di Yogyakarta, Abraham Alexander mengatakan, alasan mendaulat RM Acun sebagai orang tua kandung, karena Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII tersebut merupakan sosok dari kraton Yogyakarta yang selama ini memberikan perhatian dan sangat peduli dengan pelajar dan mahasiswa Papua,

“Belau adalah tokoh yang tepat menjadi orang tua kami di Yogyakarta, karena beliau sangat toleran dan mau memberikan nasihat-nasihat yang baik serta melindungi kami semua pelajar dan mahasiswa dari Papua di Yogyakarta,” ujar Alexander.

Alexander menambahkan, dalam kesempatan Syawalan Akbar, Pelajar dan Mahasiswa Papua Juga secara bersama-sama membacakan deklarasi damai demi mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang aman, tentram dan damai.

Ada empat poin pernyataan dalam deklarasi damai tersebut, yaitu, (1) Sanggup patuh pada aturan-aturan yang berlaku untuk umum di DIY, (2) Menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama dan siap menjaga ketertiban, kemanan dan kedamaian di DIY, (3) Siap menjaga dan memelihara tali persaudaraan antara pelajar dan mahasiswa Papua bersama masyarakat DIY, (4) Mengakui KRT Poerbokusumo (RM Acun Hadiwidjojo) sebagai orang tua kandung dan penasihat Pelajar dan Mahasiswa Papua yang berada di DIY.

Sementara itu, RM Acun menuturkan, Masyarakat Papua di Yogyakarta menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta. Menurutnya, pelajar dan mahasiswa Papua di Yogyakarta perlu dirangkul agar bersama-sama pelajar dan mahasiswa dari daerah lain serta masyarakat Yogyakarta untuk menjaga kemanan, kenyamanan dan kedamaian DIY,

“Saya mengucapkan terimakasih karena diakui sebagai orang tua kandung dan penasihat warga Papua di Yogyakarta. Bagi saya, semua lemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa Papua perlu kita rangkul untuk bersama-sama menjaga agar Yogyakarta ini tetap Adem, Ayem dan Tentrem,” tutur Adik sepupu Sri Sultan HB X ini.

Selain masyarakat Papua, dalam moment Syawalan Akbar, masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Wirasena juga membacakan deklarasi damai, dipimpin Ketua Wirasena, Sigit ‘Ijunk’ Purnomo. Momentum yang tak kalah penting yaitu, dua organisasi radio amatir, yakni Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kota Yogyakarta juga menyatakan bersatu dan siap bersinergi untuk kemajuan Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, Syawalan Akbar dan Open House di nDalem Notoprajan merupakan momentum yang bersejarah. Sebab, Menurut Haryadi, syawalan akbar tersebut menyatukan banyak elemen masyarakat untuk membangun komitmen bersama mewujudkan Kota Yogyakarta yang aman, nyaman dan damai,

“Acara syawalan ini sangat positif karena menyatukan banyak elemen masyarakat. Tentu saja ini sangat penting demi menjaga agar kota Yogyakarta yang sama-sama kita cintai ini tetapaman, nyaman, dan damai,” tukas Haryadi yang juga ketua DPP RAPI Kota Yogyakarta.

Selain dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai elemen di Yogyakarta dan Papua, Syawalan Akbar di nDalem Notoprajan juga dihadiri sejumlah tokoh antara lain Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Esti Wijayanti; Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Surono dan Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Bram Pramudia, SE.

Sekadar informasi, acara Syawalan Akbar Open House di nDalem Notoprajan tersebut didukung oleh Alphabravo Enterprise, Acun Present Promotion & Co, Panggung Exito Jogja, dan FOY. (*)

RAPI dan ORARI Kota Yogyakarta Nyatakan Solid

YOGYAKARTA – Dua induk organisasi radio amatir, yaitu Radio Antar Pendudk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kota Yogyakarta menyatakan bersatu dan saling mendukung dalam menyampaikan informasi dan berperan aktif dalam kegiatan sosial di Kota Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Ketua DPP ORARI Lokal Kota Yogyakarta, RM. Acun Hadiwidjojo (KRT. Poerokusumo) dalam acara Syawalan Akbar Open House: ‘Syawalan Masyarakat Papua dengan Masyarakat Yogyakarta demi mewujudkan Yogyakarta Adem, Ayem dan Tentrem’, di nDalem Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Jumat (13/07/2018) malam.

Menurut cucu Sri Sultan Hamenku Buwono VIII ini, antara ORARI dan RAPI selama ini terkesan kurang bisa bersinergi. Melalui momentum syawalan akbar, kata dia, diharapkan kesan ketidakharmonisan tersebut dapat benar-benar diakhiri,

“Dalam kesempatan syawalan ini, kami dari DPP ORARI Yogyakarta dan DPP RAPI Yogyakarta menyatakan bersatu untuk bersama-sama mewujudkan Yogyakarta yang aman, tentram dan damai. Kami menyatakan RAPI dan Orari Yogyakarta solid,” ucap RM. Acun yang adik Sri Sultan HB X, disambut tepuk tangan ratusan hadirin.

Disamping itu, RM. Acun juga berharap, dengan bersatunya ORARI dan RAPI Kota Yogyakarta, diharapkan juga bisa dijadikan sarana untuk melakukan perang melawan berita bohong atau hoax.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua DPP Rapi Kota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti. Haryadi menyambut baik ajakan RM Acun selaku Ketua DPP ORARI Kota Yogyakarta agar RAPI dan ORARI untuk bersatu. Menurutnya, semangat bersatu itulah yang diharapkan agar bersama-sama organisasi yang mencintai radio bersama-sama memberikan kontribusi demi kemajuan Kota Yogyakarta,

“Artinya bahwa kita sama-sama senang komunikasi, kita sama-sama senang radio. Momentum ini akan menjadi sebuah bagian yang teramat sangat bersejarah. Kalau ORARI dan RAPI dijadikan satu nanti pastinya dibawah (pecinta radio komunikasi) akan lebih bersatu lagi,” ujarnya.

Dikatakan Haryadi, saat ini banyak relawan sosial termasuk relawan bencana banyak yang menggunakan radio komunikasi sebagai alat untuk menginformasikan atau mengumpulkan massa untuk sesuatu yang positif,

“Jadi saya tidak ingin dengar lagi, kalau di Balai Kota itu , Mobil Damkar keluar nanti yang di bawah, di radio itu (bilang) Enam Lima, Enam Lima, Enam Lima, padahal mobilnya mau dicuci. Wis ditutke jebul mobile tekan pencucian mobil,” katanya disambut tawa hadirin.

Selain ORARI dan RAPI yang menyatakan bersatu, dalam acara syawan akbar tersebut juga dilakukan deklarasi damai oleh Forum Pelajar dan mahasiswa Papua di Yogyakarta yang dipimpin Abraham Alexander dan Mayarakat Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi Wirasena yang diketuai Sigit ‘Ijunk’ Purnomo.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh, antara lain Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Esti Wijayanti dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Surono dan Dandim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Bram Pramudia, SE

Sekadar informasi, acara Syawalan Akbar Open House di nDalem Notoprajan tersebut didukung oleh Alphabravo Enterprise, Acun Present Promotion & Co, Panggung Exito Jogja, dan FOY.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here