PB HMI Desak Menteri Agama, Agar Segera Evaluasi Warek III IAIN Bengkulu

0
436

JAKARTA, MMORR.NEWS – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta agar Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim segera mengevaluasi kinerja Wakil Rektor (Warek) III IAIN Bengkulu, Syamsudin.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda, Jumat (30/03). Pernyataan ini muncul pada setelah adanya insiden pembubaran dan perampasan paksa stand pelatihan LK I Himpunan Mahasiswa Islam di IAIN Bengkulu.

“Cara yang dilakukan oleh Warek III IAIN Bengkulu ini kurang etis, sebab berdasarkan laporan HMI Cabang Bengkulu, stand pendaftaran LK I ini berada diluar kampus, dan tindakan Warek III ini seperti ada sentimen kepada HMI,” kata Heru Slana Muslim.

Sebelumnya, Kamis (29/03) kemarin, Pengurus HMI Cabang Bengkulu bersama HMI Komisariat se IAIN Bengkulu, telah melakukan aksi protes di depan Gedung Rektor IAIN Bengkulu. Dalam aksinya mereka mendesak agar Rektor IAIN Bengkulu segera mencopot Warek III yang telah merampas secara paksa dan membubarkan stand pendaftaran Latihan Kader I HMI IAIN Bengkulu.

Sebagai akademisi, Heru menjelaskan, Warek III tidak perlu bertindak brutal seperti itu. Sebab, sambung Heru, organisasi HMI ini adalah organisasi perkaderan, yang konsisten melakukan kaderisasi untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan.

“HMI ini organisasi perkaderan, seharusnya pelatihan-pelatihan yang dibuat oleh HMI ini didukung, bukan malah dibubarkan secara paksa.” kata Heru.

Ia menegaskan agar, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim agar segera mengevaluasi hal tersebut, dan menyikapinya.

“Kami meminta agar Menteri Agana Republik Indonesia, segera menindak lanjuti persoalan ini, sebab bagaimana pun, tindakan Warek III IAIN ini tidak etis, lagi pula pelatihan pelatihan HMI ini juga bukanlah hal yang negatif, ini justru kegiatan yang positif,” tegas Heru.

Tindakan Warek III ini, kata Heru, jelas telah melanggar UU, sebab Berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 Tentang Kebebasan Berserikat dan Berkumpul. “Sebagai warga negara kita ini diberikan kebebasan untuk berserikat dan berkumpul,” tegas Heru. (Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here