Nonton Bareng Film Jejak Cinta Di Pluit Junction Berlangsung Meriah, Johnny Situwanda Siap Adakan Kembali Di Baywalk Pluit

0
49

Johnny Situwanda seorang Advokat dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang Hukum dan pendiri kantor pengacara dan advokat “Johnny Situwanda & Partners” yang akan maju dalam Pemilu 2019 sebagai Calon Legislatif DPRD DKI Jakarta Dapil III (Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Pademangan, dan Kecamatan Tanjungpriok) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengadakan nonton bareng film jejak cinta.

Acara yang berlangsung di Pluit Junction pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 ini berlangsung secara meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Turut hadir sutradara film Jejak Cinta, Tarmizi Abka di tengah-tengah penonton. Selain itu nampak juga tokoh senior Eddy Sadeli yang meluangkan waktu untuk mengikuti nonton bareng.

Salah seorang penonton, Heri Irawan menyebut “Johnny Situwanda memiliki komitmen tinggi terhadap industri film tanah air, film jejak cinta juga sangat menarik untuk ditonton dan membawa pesan positif.”

Karena mendapat sambutan yang begitu besar dari masyarakat, Johnny Situwanda akan kembali menggelar nonton bareng pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 di Baywalk Pluit. Bahkan, Johnny Situwanda siap mem-booking dua (2) studio dalam gelaran di Baywalk.

Film yang diproduksi Trazz Production dan Scene Film ini rencananya akan tayang mulai 6 September 2018. 

Film ini membawa pesan agar para wanita yang terkena kanker serviks dapat menyikapi penyakit tersebut secara positif.

Film yang dibintangi Baim Wong, Prisia Nasution, Mathias Muchus, Della Perez dan Zora Vidayatia ini menceritakan Maryana (Prisia Nasution), seorang desainer batik yang sengaja pulang ke tanah kelahirannya di Singkawang untuk membuat desain batik terbarunya yang akan diikutkan dalam ajang Festival Batik di Berlin.

Maryana setiap hari sangat khawatir dirinya terkena kanker serviks, pasalnya almarhumah ibunya meninggal karena kanker serviks stadium 4.

“Maryana memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun ia tak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter tersebut, karena khawatir hasilnya adalah dia positif terkena kanker serviks,” ujar Tarmizi sutradara film.

Di sisi lain, Maryana dan suaminya Hasan (Baim Wong), ingin sekali mempunyai anak.

“Namun bagaimana bisa punya anak, kalau seandainya sang istri terdeteksi kanker serviks?” tuturnya.

Cerita bertambah rumit, ketika suatu hari, Hasan mendapat telepon dari Sarah (Della Perez). Selama ini, Hasan dekat dengan ayahnya Della (Mathias Mucus).

“Keluarga orang tua Della tengah mengalami musibah. Ayahnya Della dipenjara karena terlibat sebuah kasus. Ia meminta Hasan menolong Della. Hasan bersedia menolong tapi ia bingung, karena ia sudah beristri, sedangkan ia punya hutan budi kepada ayahnya Della,” paparnya.

Lalu bagaimana akhir film ini? Keputusan apa yang akhirnya diambil Hasan?

“Pesan tentang penyakit kanker serviks menjadi sangat menarik dalam film ini, karena dikemas dalam problematika keluarga,” kata Tarmizi yang telah menelurkan ‘Kalam-Kalam Langit’.

Ditambahkan Produser Eksekutif ‘Jejak Cinta’, Hasan Karman, selain tentang kanker serviks, ‘Jejak Cinta’ juga membawa pesan kebangsaan dari ranah Singkawang yang dijuluki ‘Negeri 1.000 Kelenteng’. Film ini juga mengangkat realita kehidupan masyarakat, budaya, dan objek wisata yang ada di kota Singkawang.

“Di Singkawang, masyarakatnya merupakan perpaduan etnis yang kekayaan budayanya menjadi daya tarik tersendiri. Selain mengangkat sisi romantika, ‘Jejak Cinta’ juga mengangkat batik khas Singkawang yaitu Batik Tidayu (Tionghoa, Dayak dan Melayu),” ujarnya.

Melalui film ini, pihaknya juga ingin mengusung pesan kebangsaan, yakni persatuan bangsa kita yang multietnis, makin kuat persatuannya dan saling menghargai satu sama lain.

“Film ini sekaligus menggambarkan persatuan Tidayu yang sangat baik di Singkawang. Di samping itu, di film ini juga mengangkat budaya Cap Go Meh, untuk mendorong pawisata Kalimantan Barat,” pungkasnya sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here