Munaslub Usai, Gemura Konsisten Dorong Wiranto Ambil Alih Hanura

0
84

Mmorr.news – Organisasi independen Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) menilai sosok Wiranto layak kembali dipercaya memimpin partai. Gemura pun tidak terkejut dengan konflik internal yang melanda Hanura dibawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang.

“Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan dan berpotensi melemahkan partai, bila perlu Pak Wiranto tampil kembali mengambil alih Hanura untuk menyelamatkan partai,” kata Ketua Umum Gemura Oktasari Sabil melalui keterangan di Jakarta, Selasa (16/1).

Oktasari yang pernah menjabat Wakil Sekjen Hanura saat Wiranto masih ketua umum, mengatakan dirinya tidak terlalu terkejut dengan konflik yang melanda Hanura saat ini. Ia menekankan sejak awal sudah memprediksi, selepas ditinggal Wiranto, pasti akan muncul gejolak di tubuh Hanura.

Hal ini menurutnya, disebabkan karena dua faktor. Pertama proses transisi kepemimpinan dari Wiranto ke Oesman Sapta Odang dinilai berjalan inkonstitusional, serta setelah Oesman Sapta memaksakan diri memimpin Hanura, terjadi migrasi politik di DPP Hanura.

Oktasari mengungkapkan hampir separuh dari kepengurusan DPP Hanura di bawah kendali Oesman Sapta adalah orang-orang baru yang dibawa oleh Oesman Sapta. Sebagian lagi merupakan orang-orang yang saat ini sebagai senator di DPD RI dan dari tempat lain yang belum mengenal mendalam Partai Hanura.

“Bisa dibayangkan bagaimana sebuah partai yang telah eksis 10 tahun lebih atau dua kali Pemilu, dipimpin dan dikuasai oleh orang-orang yang tidak pernah ada di partai,” jelas Oktasari.

Kedua, gaya kepemimpinan yang terjadi di Hanura hari ini, kata dia, tidak lebih dari sebuah perusahaan yang hanya diatur oleh beberapa orang. “Jadi sekali lagi saya tidak kaget dengan konflik yang terjadi sekarang,” jelasnya.

Oleh karena itu pula, jelas dia, sesaat setelah DPP Hanura di bawah kepemimpinan OSO ditetapkan melalui surat keputusan Menkumham, dirinya selaku kader Hanura yang sejak awal berjuang dan membesarkan partai dan mencintai Hanura dari dalam hati nurani, langsung melayangkan gugatan ke PTUN Jakarta yang saat ini sedang dalam proses banding.

Lebih jauh Oktasari menilai mosi tidak percaya terhadap Oesman Sapta Odang yang dilayangkan 27 DPD dan 400 lebih DPC, sebagaimana yang diberitakan, merupakan krisis kepercayaan yang baru pertama kali terjadi dalam demokrasi Indonesia.

Hal ini, menurutnya sangat membahayakan bagi masa depan partai, apalagi menjelang pilkada serentak, pemilu legislatif dan Pilpres. “Sehingga menurut saya, langkah pemecatan ini sudah sangat tepat sebagai bentuk penyelamatan partai agar Hanura yang sudah besar ini tidak malah menjadi partai gurem di bawah Oesman Sapta Odang,” kata dia.

Dia menilai seluruh senior dan kader harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini sehingga dalam menentukan Ketua Umum nanti benar benar selektif. Dia menyatakan bahwa Wiranto sangat layak memimpin kembali Hanura. Namun jika Wiranto tidak berkenan, menurut dia, masih banyak kader Hanura yang memiliki potensi dan kualikasi baik seperti mantan Kapolri Chairudin Ismail, mantan Kasad Subagio HS, mantan MenPANRB Yuddy Chrisnandi, Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon, serta anggota DPR RI Farid Alfauzy.

“Dari kalangan perempuan kader internal Hanura ada Tari Siwi, Anggi dan lain-lain. Jadi Hanura tak kekurangan kader untuk tampil menjadi ketua umum yang telah melewati berbagai proses kaderisasi bukan kaum imigran politik,” tegasnya.

Seperti di ketahui saat ini hanura kubu ‘Ambhara’ telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Kamis 18 Januari 2017, Munaslub di gelar di kantor DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Munaslub diklaim diikuti oleh 27 DPD tingkat provinsi dan 401 DPC Kabupaten Kota, serta beberapa pengurus inti seperti Sekjen Sarifuddin Sudding dan PLT Ketua Umum, Daryatmo.

Dalam munaslub ini seluruh peserta munas setuju untuk memberhentikan Ketua Umum DPP Partai Hanura periode 2016-2020 Oesman Sapta Odang dan menetapkan Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo sebagai ketua umum Hanura definitif masa bakti 2015 – 2020.

Sedangkan Hanura kubu Manhatan yang terdiri dari loyalis OSO dari partai persatuan nasional (PPN), dari gerbong senator DPD RI dan para imigran politik dari partai demokrat di bawah komando Gede Pasek menganggap Munaslub Ambara cacat hukum, ilegal dan telah melaporkan Sudding cs ke Polisi.

Gemura sendiri sejak 31 Maret 2017 dalam rapimnas I Gemura telah memutuskan untuk menjadi organisasi independen lepas dari afiliasi politiknya dengan Hanura.(ant/mars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here