Munas Gerakan Pramuka Di Intervensi Oknum Intel

0
127

KENDARI-Situasi Munas ke-10 Gerakan Pramuka di Kendari, Sulawesi Tenggara berlangsung tidak kondusif. Beberapa ketua Kwarda dipanggil satu per satu dan ditekan untuk mendukung Budi Waseso sebagai Calon Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Pemanggilan dan penekanan itu dilakukan oleh oknum-oknum yang dicurigai sebagai intel pada instansi tertentu.

Sepanjang sejarah Gerakan Pramuka sudah banyak yang mencalonkan diri jadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, namun semua mereka menghormati dan mengikuti norma-norma yang berlaku di Gerakan Pramuka.

Beberapa Kwarda mengaku sangat tertekan karena sejak Gerakan Pramuka didirikan tahun 1961 belum pernah ada gaya intervensi dalam pemilihan seperti ini kepada Gerakan Pramuka. “Ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah Pramuka, tidak ada calon Ketua Kwarnas yang menggunakan oknum intel untuk memanggil, menekan, memaksa Kwarda untuk mendukung calon tertentu”, ujar Pengurus Kwarda yang tidak mau disebutkan namanya di Kendari, Jumat 28 September 2018

Situasi ini sudah berlangsung sejak hari pertama Munas Gerakan Pramuka pada Rabu, 26 September 2018. Berbagai spanduk gelap dipasang untuk menyudutkan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Adhyaksa Daut terus dikaitkan dengan alumni 212 dan pendukung tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno. Spanduk ini tiba-tiba muncul di beberapa lokasi di Kota Kendari yang hingga hari ini tidak diketahui siapa aktor dan donatur di belakangnya.

Para Ketua Kwarda merasa sangat terganggu dan beberapa ingin pulang karena tertekan akibat dipanggil oknum-oknum intel untuk mendukung Budi Waseso dengan dipaksa menandatangani pernyataan bermaterai dan cap jempol.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here