Masyarakat Lokal Bisa Konflik, Bila Investor Diberikan Ruang Untuk Bertani,

0
39

MMOR.NEWS- Persoalan reforma agraria yang saat ini tengah digaungkan pemerintah, sangat penting untuk dievaluasi. Pemerintah saat ini tengah memberikan kesempatan pada investor, untuk membuka lahan pertanian, peternakan dan pariwisata.

Namun demkian, dalam hal ini pemerintah kurang memikirkan bagaimana masyarakat lokal juga dapat mengelola lahanya dengan baik, untuk meningkatjan kesejahteraan.

“Pada beberapa daerah, seperti Kepulauan Aru, Pulau Sumba, atau pun berbagai daerah lainnya, terjadi konflik lahan, antara masyarakat adat dengan pemilik modal.” kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat dalam keterangan tertulisnya.

“Lahan-lahan masyarakat lokal ada yang sudah beralih kepemilikan kepada para pemilik modal baik dari Jakarta maupun luar negeri. Masyarakat yang hidup di pesisir juga sulit mencari ikan, karena banyaknya kebijakan sektor perikanan yang membatasi ruang gerak mereka untuk hidup.” tegad Sahat Sinurat.

Akibatnya, sambung Sahat, masyarakat desa kebanyakan yang menjadi petani maupun nelayan, hanya menjadi penonton di atas tanah airnya sendiri. “Pemerintahan Jokowi-JK yang sudah menyusun agenda Nawacita dengan sangat baik, harus mengevaluasi kinerja bawahannya, seperti di sektor perikanan, pertanian, agraria, dan koperasi” sambung Sahat. (Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here