Mahasiswa Minta Ketua PN Niaga Surabaya Di Pecat

0
171

MMORR.NEWS – Puluhan orang yang menamakan dirinya Mahasiswa Bela Indonesia (MBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung (MA) RI di Jakarta, Jumat sore (20/04/2018).

Setelah menggelar orasi, beberapa perwakilan aksi di terima oleh bagian humas MA untuk menyampaikan aspirasinya.

“Pecat Sujatmiko, pecat Ketua Pengadilan Niaga Surabaya, teriakan salah satu orator di atas mobil komando”.

M. Tasrif Tuasamu, Koordinator lapangan (Korlap) aksi mengatakan, peradilan yang merupakan sistem dalam penegakan hukum dan memperoleh kepastian Hukum. Sebagai benteng terakhir, lembaga pengadilan merupakan tempat bagi mereka para pencari keadilan untuk mendapatkan keadilan meski tidak semestinya adil, sebut Tasrif.

Menurut Tasrif, permasalahan yang terjadi saat ini adalah Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak mampu melaksanakan tugas pokoknya dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakim, panitera/sekretaris, pejabat struktural dan funsional serta perangkat administrasi peradilan didaerah hukumnya.

Bahkan PN Surabaya juga tidak mampu melaksanakan tugas pokoknya dalam melakukan pembinaan dari kinerja dan akuntabilitas majelis hakim pada peradilan di daerah hukumnya dan membiarkan terjadinya pelanggaran berulang-ulang dan tidak pernah diberikan teguran, ungkap Tasrif.

Sujatmiko Ketua PN Surabaya kata Tasrif, sangat melanggar prinsip Independensi peradilan tidak memihak, yakni dengan adanya pembiaran terjadinya konflik kepentingan (Conflict Of Interest), dan terjadinya pelanggaran hukum acara karena telah menunjuk majelis hakim yang sama dan pernah mengadili perkara para pihak sebelumnya, Namun tetap tidak menggantikan susunan majelis yang memeriksa dan mengadili perkara walaupun sudah diajukan permohonan penggantian.

“Contohnya adalah putusan pailit yang dialami oleh ibu Lusy warga negara asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada pokoknya hak-hak ibu Lusy telah dilanggar. Dan ada motif jahat dari pemberasan harta pailit oleh kurator dan hakim pengawas yang ditunjuk. Padahal ibu Lusy warga Negara yang rajin dan taat dalam pembayaran pajak”, sebut Tasrif.

Lanjut Tasrif, melihat kasus tersebut, kami anggap hakim pengawas (pailit) tidak menjalankan tugasnya dan kesewenang-wenangnya secara professional, bahkan cendrung tidak adil (berat sebelah) walaupun kurator sudah di proses secara hukum. Untuk itu kami mendesak MA

Pertama beber Tasrif, kami mendesak agar Mahkamah Agung segera copot Ketua PN Surabaya karena di anggap tidak professional dan lalai terhadap tugas yang di amanahkan karena ada dugaan ada praktek kejahatan di PN Surabaya dalam kasus kepalitan.

Ketiga, meminta  Ketua Mahkamah Agung segera copot Hakim Pengawas pailit atas nama Sigit Sutrisno karena dianggap lambat dan berpihak dalam kasus ibu Lusy.

Terakhir sambung Tasrif, mendorong Mahkamah Agung (MA) untuk memeriksa permaianan kotor Hakim Pengawas dalam perkara Kepailitan ibu lusy dan kurator.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here