Mahasiswa Lombok : Terimaksih Kapolri & TNI Yang Cepat Tanggap Bencana Lombok

0
59

MMORR.NEWS – Di tengah keributan para pihak elit politik yang mendorong pemerintah Jokowi-JK untuk mendesak bencana gempa ini ber-status bencana nasional beserta tebaran fitnah berita-berita menakutkan masyarakat Lombok yang baru saja dilanda kepingan demi kepingan reruntuhan gempa, Kapori Jenderal Tito Karnavian dan TNI tidak takut turun hadir ditengah masyarakat untuk menangani secara nasional

Sebagai warga Lombok, kami sangat terharu dengan solidaritas kemanusiaan yang mengalir dari saudara-saudari dari berbagai pelosok negeri.

“Para relawan yang turun mendampingi korban gempa, berdatangan dari aneka latar belakang, melampaui sekat-sekat primordial. Begitu pula dengan bantuan materil dan dukungan do’a dari hamba-hamba Allah, terima kasih untuk semuanya, terima kasih pak Kapolri dan TNI serta jajarannya”, ujar Syaiful Hadi, Ketua Ikatan Mahasisa Sasak (IMSAK) Jakarta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/08/2018).

Menurut Syaiful , Hanya saja, sangat disayangkan masih ada orang-orang yang bermazhab cocoklogi melihat gempa. Entah bagaimana ceritanya, tetiba pilihan politik seorang kepala daerah digolongkan sebagai faktor penyebab terjadinya gempa bumi. Sikap politik Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi yang mendukung Jokowi dua periode, dicaci-maki tanpa ampun oleh grup haters dari dunia maya hingga dunia nyata.

Politik adalah sebuah kompleksitas. Di masing-masing kubu, harus diakui senantiasa ada aktor protagonis sekaligus antagonis. Energi kesalahan dan kesalehan berpadu dalam kubangan politik di mana pun itu. Jadi, sangat tidak fair kalau satu kubu mengklaim mewakili kesucian, lantas menuduh kubu lain mewakili kekufuran.

Dari berbagai aneka titik-titik eks bencana di atas menunjukkan bahwa kepala daerahnya terdiri dari aktor politik lintas partai dengan pilihan politik bermacam-macam. Komposisi masyarakatnya pun heterogen.

“Lalu masihkah kalian menuduh penyebab gempa karena soal pilihan politik?”, sebut Syaiful.

Dia menambahkan, tidak ada urusan pilihan politik dengan kejadian gempa bumi. Jangan sampai karena kita berbeda pilihan politik, lalu mempolitisasi bencana untuk mengalihkan perhatian.

Sewaktu terjadi tsunami Aceh 2004, apakah berarti pilihan politik Gubernur Aceh salah gitu? Apakah gempa Jogja 2006 karena gubernurnya penuh dosa? Saat banjir bandang Manado 2014, apakah gubernurnya kena murka Tuhan? Imajinasi ini sangat mencemari ketauhidan kita.

“Maka dengan ini kami atas nama Ikatan Mahasisa Sasak (IMSAK) Jakarta mengucapkan terimaksih kepada bapak Kapolri dan TNI yang cepat tanggap atas bencana di lombok atas penanganan yang bersakala nasional untuk meringankan beban tangisan yang melandai kami berbulan-bulan. Sekali lagi terima kasih Kapolri, terima kasih TNI”, pungkas Ikatan Mahasisa Sasak (IMSAK)****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here