MAAKI Desak KPK Segera Tetapkan Cak Imin Tersangka Dalam Kasus ‘Kardus Durian”

0
548

MMORR.NEWS – Sekitar 300 an orang masa yang menamakan dirinya Masyarakat Aktivis Anti Korupsi (MAAKI) menggeruduk kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bilangan kuningan Jakarta, Jumat (07/09/2018)

MAAKI menggelar aksi teatrikal dengan membawa foto karikatur Muhaimin Iskandar (mantan Menaker) yang di duga terlibat kasus ‘durian gate’ saat menjabat sebagai Menteri dalam kasus dugaan suap pengucuran Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) Kementerian Tenaga Kerja dan Tramigrasi pada 2011 atau yang dikenal dengan kasus ‘kardus durian’.

Seperti di ketahui kasus ‘kardus durian’ ini diketahui sempat menyeret nama-nama orang besar, salah satunya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa dan Wakil Ketua MPR.

“Dalam kasus ini, Cak Imin juga disebut ikut kecipratan duit ‘kardus durian’. Publik tentu bertanya mengapa kasus ini mengambang sekian lama. KPK harus clear sejauhmana penanganan perkara dugaan korupsi dana optimalisasi Ditjen P2KT Kemenakertrans tahun 2011”, ujar Yusuf R Koordinator Aksi (Korlap) MAAKI kepada wartawan di sela – sela aksi.

Menurut Yusuf, hal ini dilakukan karena diduga ada keterlibatan Cak Imin dalam kasus tersebut hingga saat ini KPK belum memberikan pertanggungjawaban kepada masyarakat apakah kasus tersebut tetap akan dilanjutkan atau ditutup sebagaimana ketentuan Pasal 20 dan Pasal 44 UU KPK.

“Padahal ada fakta-fakta yang terungkap di dalam persidanganan para terdakwa yang sudah dijerat KPK bahwa ada dugaan
keterlibatan Cak Imin”,tegas Yusuf.

Sebagaimana pemberitaan kala itu, kasus ‘kardus durian’ ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 25 Agustus 2011. Tim KPK menangkap dua anak buah Cak Imin, yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans, Dadong Irbarelawan.

Penyidik KPK juga menciduk Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati yang baru saja mengantarkan uang Rp1,5 miliar ke kantor Kemenakertrans. Uang itu dibungkus menggunakan kardus durian. Uang tersebut merupakan tanda terima kasih karena PT Alam Jaya Papua telah diloloskan sebagai kontraktor DPPID di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari dan Mimika, dengan nilai proyek Rp73 miliar.

“Pada persidangan di 2012 Dharnawati mengatakan uang Rp1,5 miliar dalam kardus durian itu ditujukan untuk Cak Imin. Dan belum lama ini tokoh nasional Mahfud MD dalam acara sebuah acara talk show televisi berita swasta nasional juga ada menyebut keterlibatan Cak Imin dalam kasus suap kasus ini”, ungkap Yusuf.

Maka dari itu tambah dia, kami yang tergabung dalam MAAKI mendesak KPK agar segera panggil dan periksa Mahfudz MD sebagai saksi untuk kasus kardus durian dan pihak – pihak terkait lainnya.

“Segera tetapkan tersangka, tahan dan adili Muhaimin Iskandar karena bukti-bukti dugaan keterlibatanya dalam ‘durian gate’ ini terang benderang”, pungkas Yusuf.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here