Lelaki Itu Bernama “Hugua”

0
169

Tak kenal maka tak sayang”, itu merupakan ungkapan yang lumrah bagi seorang Calon Wakil Rakyat dimata masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan di wakilinya di DPR RI Kelak. Masyarakat Sultra adalah masyarakat yang plural, bermacam-macam suku, bahasa dan terbagi dalam 17 Kabupaten/Kota.

Secara Geopolitik, pendekatan komunikasi kepada masyarakat Sultra tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Indonesia, yakni memahami masalah, konteks, kondisi psikologi sosial, kondisi social budaya terhadap semua lapisan masyarakat yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota yang kelak akan diwakilinya di DPR RI.

Rakyat Sultra di 17 kabupaten/kota tentu harus mengetahui sosok dan latar belakang calon Wakil Rakyatnya sebelum menentukan pilihannya pada hari Pemungutan Suara Tanggal 17 April 2019 mendatang. Sebab secara electoral, tingkat Popularitas, Kesukaan, Keterpilihan terhadap Calon Wakil Rakyat tergantung sosok Figur yang di usung oleh Partai Politik.

Oleh sebab itu pemetaan kekuatan politiknya harus mantap. Pertama, Pemetaan dalam aspek Sosiologis dengan Instrumen Media, Isu Strategis, dan Karakteristik akan memberikan output seseorang itu dikatakan Populer (dikenal atau diketahui).

Kedua, pemetaan dalam aspek Psikologis dengan melakukan kerja-kerja politik yang dilakukan oleh Calon Wakil Rakyat dan Partai Politik akan memberikan output bagaimana tingkat Liketabilitynya (disukai atau didukung). Ketiga, pemetaan dalam aspek Rasional dengan instrument Jejaring Preferensi, Afiliasi, Tim Pemenangan akan memberikan output elektabilitas (dipilih atau yakin dipilih).

Figur Ir. Hugua

Ir. Hugua lahir di Pulau Tomia pada tanggal 31 Desember 1961. Dia adalah Bupati Wakatobi dua Periode sejak tahun 2006-2016 dengan segudang pengalaman dan prestasi baik level Nasional, Regional maupun Internasional.

Kerja keras yang telah dilakukan Hugua selama menjadi kepala daerah nya akhirnya berbuah manis, dimana Wakatobi banyak mendapatkan penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negari.

Lewat tangan dingin Hugua, Wakatobi menjadi Ikon destinasi wisata yang mendunia dan dikukuhkan sebagai kawasan Cagar Biosfer Bumi melalui sidang ICC – MAB ke-24 di UNESCO Paris tanggal 11 Juli 2012, tidak hanya itu Ir. Hugua juga didaulat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Maritim 6 negara.

Masih dilevel internasional, Hugua kemudian menjadi anggota UNACLA, Badan Adhoc Penasehat PBB yang anggota berjumlah 40 bupati/walikota/gubernur. Tahun 2011, Hugua terpilih sebagai perwakilan dari Indonesia dalam Regional Executive Committee (REC) dan Dewan International Council for Local Environmental Initiative (ICLEI).

Tidak hanya itu, hugua juga dipilih sebagai Anggota Biro United Cities Local Government Asia Pasific (UCLA-ASPAC) yang diakui oleh PBB dan masih banyak lagi segudang prestasi nasional, regional maupun internasional yang diraihnya.

Hugua bukan saja sebagai kepala daerah yang sarat prestasi dan sukses di Indonesia Timur, namun juga figur yang merakyat dengan membangun pola komunikasi jemput bola dan mau mendengar keluhan warganya dari berbagai latar belakang dan status sosial yang berbeda.

Hugua adalah seorang insinyur yang berpikir “cara” dan “system terintegrasi”, Tidak salah bila kemudian Rakyat Sulawesi Tenggara mempercayakan aspirasinya untuk di wakilkan kepada Ir. Hugua di DPR RI mendatang.

Sebab figur seperti itulah yang layak disebut sebagai wakil rakyat, karena telah teruji dan terbukti mengkondisikan kebijakan dan mengeksekusi kebijakan selama menjadi kepala daerah berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Tenggara.

Lelaki itu Hugua

Suatu ketika, seorang lelaki paruh baya, memanggul gulungan poster dan brosur pariwisata dari kampung halamannya. Dia terus saja membawanya menuju pesawat. Dia harus dekat dengan barang bawaannya ini. Karena menurutnya, barang itu akan menjadi cikal bakal masa depan daerahnya”.

Dialah Hugua, lelaki yang membawa sendiri lembaran promosi wisata daerahnya. Figur ini bukan sembarangan, dia adalah Bupati Kabupaten Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kisah di atas saya kutip dari wawancara salah satu media dengan Hugua.

Dia bukan Bupati biasa, segudang prestasi, ide dan dipuja oleh rakyatnya. Namanya selalu dibicarakan para aktivis pemberdayaan masyarakat. Basis kegiatannya selalu menarik perhatian orang. Perhatian itu semakin tersedot saat beliau oleh warga Kabupaten mendaulatnya menjadi Bupati Kepulauan Wakatobi, satu kabupaten baru pecahan Kabupaten Buton.

Keberhasilannya memimpin Wakatobi dua periode, dikarenakan dia memahami filosofi pembangunan yang melayani, turun langsung bertemu dengan warga, mau mendengar setiap keluhan warganya dari berbagai status social yang dalam istilah saat ini dalah “blusukan”.

Nasir, Wakil Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPC PDIP Baubau Prov Sultra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here