Laporkan Sukmawati. PMBR Apresiasi Permohonan Maaf Namun Proses Hukum Tetap Jalan

0
69

MMORR.NEWS – Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR) melaporkan Sukmawati Soekarno Putri di Bareskrim Polri Gambir Jakarta Pusat . PMBR melaporkan Sukma di Bareskrim Polri pada hari Kamis 5 April 2018.

Puisi Sukmawati di acara fashion week dengan judul “Ibu Indonesia” menuai protes keras dari ummat Islam Indonesia. Menurut sebagian Ummat Islam diksi dalam puisi tersebut telah menghina atau menistakan agama Islam dan melukai perasaan Ummat Islam.

Protes terhadap isi puisi itu beragam, ada yang membuat puisi, syair dan lain-lain. Bahkan MUI menyayangkan isi puisi tersebut. Hingga pada akhirnya Sukmawati meminta maaf kepada ummat Islam pada hari Rabu 4 April 2018.

Sewalaupun permintaan maaf Sumawati sudah di lakukan namun ketua PMBR tetap melaporkan . Ketua PMBR Anhar Tanjung mengatakan, permohonan maaf Sukmawati itu hal yang patut diapresiasi dengan sangat baik, sebagai bentuk itikad baik menerima kesalahannya.

Menurut Anhar, secara etika kemanusiaan permintaan maaf itu adalah merupakan bentuk sikap yang patut di apresiasi oleh ummat islam, namun untuk membuktikan ada itikad baik dari permohonan maaf itu adalah salah satunya dengan jalan melanjutkan proses hukum di pengadilan. Biarkanlah kesempatan kepada pengadilan yang memutuskan permohonan maaf itu, mengandung itikad baik atau tidak.

Pembuktian di pengadilan itu bisa saja melalui musyawarah antara perwakilan ummat Islam dan Ibu Sukmawati untuk menyelesaikan proses itu secara kekeluargaan, apabila majelis hakim bisa melihat bahwa unsur dari puisi dan permohonan maaf itu merupakan bentuk dari kekeliruan yang bisa ditolerir oleh ummat Islam.

“Bisa saja semua persoalan yang mengundang keributan dan sentimen yang rasis seperti ini terulang kembali dan bisa diselesaikan hanya dengan permohonan maaf. Namun sama sekali tidak membuat efek jera. Jangan sampai hal ini akan menjamur lagi penista dan pemecah belah”, sebut Anhar.

Kata Anhar, kami juga akan mendukung ummat Islam yang turun aksi hari Jum’at, 06 April 2018 dan siap bersama mereka untuk mendorong agar proses hukum segera di jalankan oleh aparat kepolisian.

“Kami mengajak semua elemen mahasiswa untuk turun aksi bersama Para Ulama kita agar hukum segera ditegakkan kepada si penista agama”, pungkas Anhar.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here