Lagi-lagi Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online Berbuat Aksi.

0
252
Sabeno (Ketiga dari kanan) Pembina Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online

MMORR.NEWS, JAKARTA – Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online yang dikomandoi Sabeno, lagi-lagi berbuat aksi, namun aksi disini bukan aksi brutal atau negatif lainnya, kali ini adalah aksi berbagi bersama korban bencana alam yang terjadi di wilayah Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online ini pernah berbuat aksi yang sama di wilayah Jakarta Barat maupun di wilayah lainnya, ini sebagai wujud rasa kebersamaan dan kepedulian kami antar sesama terlebih bagi mereka yang terkena musibah bencana.

Demikian ungkap Sabeno Kayo biasa disapa Beno kepada media ini, Jumat (16/3/2018). Dikatakannya, adapun bantuan yang diberikan itu antara lain dalam bentuk keberlangsungan kegiatan belajar siswa juga bentuk perangkat penunjang sekolah lainnya.

Dikatakan Beno, bantuan sosial ini sejalan dengan isi program kerja Komando Lintas Barat, bahwa KLB sebagai ojeg online wajib untuk peduli terhadap lingkungan, terlebih dalam bentuk program Community Ojek Online.

“Objek penerima bantuan program tersebut adalah masyarakat disekitar lokasi bencana atau masyarakat yang langsung terkena bencana.” Tuturnya.

Sabeno selaku Dewan Pembina KLB juga sebagai tim GMN-Pewarta Tambora, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota ojeg online yang tergabung di KLB atas peran serta dan kepedulian sosialnya terhadap musibah bencana alam.

“Mudah-mudahan di tahun mendatang program sosial seperti baksos, santunan dan program lainnya Komando Lintas Barat (KLB) ojek online tetap bisa dilaksanakan dan terjalin rasa kebersamaan dan jalinan silaturahim yang baik.” Harapnya.

Menurut Pembina Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online Sabeno dan Ayub selaku Ketua Komunitas Rumah Ijo bahwa kejadian bencana alam di desa Rajawetan tersebut terjadi pada Kamis malam Jum’at, (13/3/2017) sekira pukul 22.00 Wib, karena telah terjadi pergeseran tanah atau tanah amblas dan diperkirakan kerugian materi 71 dari rumah 90 Kartu Keluarga yang keseluruhan rusak diakibatkan oleh hujan yang deras.

Hasil pantauan tim GMN, hingga saat ini masih dirasakan terjadinya pergeseran tanah setiap waktu, untuk warga sendiri sementara mengungsi kerumah tetangga atau saudara terdekat. “karena dikhawatirkan akan ada tanah retak-retak dari geseran susulan”, ujar Sabeno

Sementara untuk saat ini daerah tersebut masih minim dalam menerima bantuan dari luar kota bumi ayu dikarenakan medan tempuh yang sulit dijangkau.

Keterangan yang diperoleh dari Kepala Desa Rajawetan yang diwakili oleh Herman sebagai Kepala Dusun (Kadus), menyampaikan bahwa yang terkena akibat bencana longsor korban berjumlah empat (4) RW.

“Diantaranya, RW 01. Juhari, RW 02. Kasub dan RW.04, Sajum serta RW.05, Sopani, kesemuanya warga Desa Rajawetan yang terkena musibah tanah longsor atau pergeseran tanah,” pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here