Korupsi Meikarta, Presidium KAKI Minta KPK Tangkap James Ryadi & LBP

0
182

MMORR.NEWS – Sejumlah aktifis pergerakan yang menamakan dirinya Presidium Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (19/10/2018). Nampak hadir Djoko Edhi Abdurrahman, Haris Rusli Moti, Salamudin Daeng, Syahganda Nainggolan, Andrianto, Ahmad Yani, Andi Syahputra, Ahmad Bay Lubis, Kadri, Wahyono, Rizal Dharma Putra, Gde Siriana, Muslim Arbi, Kudiv Diva Sing, Dadang Merdesa dan Salim hutajulu.

“Presidium KAKI bermaksud memberikan dukungan kepada KPK agar tak ragu menetapkan tersangka korporasi pada Lippo Group dan segera mengusut keterlibatan pemilik Lippo James Ryadi dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang patut di duga terlibat dalam kasus suap proyek Meikarta bersama Bupati kabupaten Bekasi Neneng dan aparatnya”, ujar Andrianto salah satu Presidium KAKI pada redaksi di gedung KPK.

Kata Andrianto, KPK telah menggeledah kantor James Riyadi, Lippo menyusul ditangkapnya 9 pejabat Pemda Bekasi, berikut sejumlah bukti rasuah dari Direktur Pelaksana LIPO, Bili Sundoro.

Bahwa Bili Sundoro menyerahkan diri. Step lanjut dilakukan penggeledahan ke kantor James Riyadi pada 17 Oktober 2018.

“Jadi ada hubungan signifikan antara rasuah tersebut dengan James Riyadi dan LBP. Sebelumnya, Luhut mengatakan tidak ada masalah pada izin Meikarta di mana ia jadi penjamin bagi tindak pidana rasuah izin Meikarta, yang meliput jutaan meter tanah. Kini, izin tersebut kedudukannya adalah produk korupsi”, sebut aktifis mahasiswa zaman reformasi ini.

Menurut Andrianto secara hukum, produk hasil korupsi Meikarta tersebut harus dibatalkan. KPK harus menggunakan Perma No 13 tahun 2016 tentang tata cara penanganan kejahatan korporasi untuk mentersangkakan Lippo.

“KPK harus berani mengusut, menyidik keterlibatan James Riyadi dan dalam mega proyek Meikarta yang penuh suap dan korupsi ini, KPK tak perlu takut segera tangkap James dan LBP”, pungkas Andrianto.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here