Ketua KNPI Babel Kecam Tindakan “Liar” Anggota Polda BABEL

0
9

MMORR.NEWS-Beberapa hari yang lalu publik kembali di gegerkan dengan bredarnya video kekerasan dan pemukulan oleh oknum kepolisian terhadap seorang wanita dan anak-anak Video dengan durasi 29 detik
menunjukan seorang wanita duduk di lantai kemudian dipukul dengan sandal dan ditendang hingga hampir terjungkal ke lantai.

Video ini mendapat reaksi beragam dari netizen dan masyarakat. Salah satu reaksi keras datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bangka Belitung.

Secara tegas Ketua KNPI Muhamad Irham mengutuk aksi brutal tindakan tersebut. Menurutnya tidak sepatunya seorang anggota kepolisian melakukan tindakan seperti itu, Tindakan tersebut tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri, imbuhnya saat di hubungi redaksi, Sabtu (14/07)

Senada dengan Muhammad Irham Kritik keras juga disampaikan oleh wakil ketua bidang Hukum Ham dan Hubungan Luar Negeri KNPI babel yang juga aktivis GPII Syafri Hariansah. Ia menyampaikan
terlepas adanya dugaan perbuatan pidana yang dilakukan oleh seorang wanita di video tersebut tidak sepatutnya oknum polisi melakukan tindakan barbar apalagi terhadap seorang wanita dan parahnya di depan anak-anak.

“Aksi biadap ini tentunya merusak citra polri sendiri, pak Kapolri sudah kerja keras buat bangun public trust dengan visi kerja Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter), dalam hemat saya tindakan ini jauh dari 3 aspek itu, parahnya lagi peran polri sebagai sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat sepertinya hanya sebuah adagium saja”, tegas Irham.

Aksi Cepat Kapolri.

KNPI Babel mengapresiasi tindakan cepat yang diambil Kapolri Jenderal (Pol) Prof. M. Tito Karnavian, PhD sebagai langkah tegas menyelamatkan wibawa lembaga kepolisian. Menurut Irham langkah kapolri untuk menonaktifkan AKBP Y adalah lagkah yang tepat. Dia memberikan apresiasi kepada masyarakat Babel yang berani memviralkan video tersebut.

“Sikap seperti ini harus kita bangun terus sebab dalam era saat ini peran msyarakat menjadi penting. Namun ia juga berharap kasus ini tidak berhenti pada mutasi atau penon aktifan pada jabatan tertentu saja”

“Saya pribadi mendorong adanya transparansi dalam proses penegakan hukum jika memang AKBP Yusuf terbukti bersalah maka beliau harus menjalani proses hukum. ini mestinya jadi pelajaran yang berharga untuk kita semua aksi main hakim sendiri adalah tindakan keji dan mengeyampingkan prinsip penting penegakam hukum apalagi dilakukan oleh anggota Polri”, tegas Irham

Lanjutnya, di era moderen polisi dituntut untuk lebih dinamis dan progresif dalam menyikapi persoalan-persoalan hukum di masyarakat. Polisi itu menjamin ketentraman di masyarakat, jangan buat gaduh di masyarakat.

Tindakan AKBP Yusuf jelas bertentangan dengan prinsip HAM, wabil khusus pada kententuan CEDAW atau ICEDAW (International Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women) sebuah Kesepakatan Hak Asasi Internasional yang secara khusus mengatur hak-hak perempuan .

Konvensi ini mendefinisikan prinsip prinsip tentang hak hak manusia, norma-norma dan standar-standar kelakuan dan kewajiban dimana Negara-negara peserta konvensi sepakat untuk memenuhinya. Konvensi ini juga bicara tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Sekali lagi KNPI babel mendorong semua pihak untuk mengawal proses ini hingga selesai. Proses hukum harus jalan, jika terbukti perempuan dan anak dalam video tersebut melakukan perbuatan pidana maka harus tetap di proses begitu juga dengan AKBP Yusuf itu yang nama nya equality before of law, pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here