Kelompok Cipayung Plus Desak Jokowi Copot Men ESDM & Dirut Pertamina

0
254

JAKARTA, MMORR.NEWS – Perwakilan kelompok Cipayung plus DKI Jakarta mengadakan konferensi pers dalam menanggapi kebijakan pemerintah menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta Sabtu 24 Febuari 2018.

Dalam konferensi pers ini, Bintang Wahyu Saputra sebagai kordinator lapangan menegaskan, kami perwakilan kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta menolak dengan keras pemerintah menaikan BBM secara diam diam, kami juga meminta kepada KPK RI untuk menyapu bersih mafia migas dalam lingkaran istana.

“Kami akan turun ke jalan pada hari Senin 5 maret 2018  mengadakan aksi besar besaran jika pak Presiden Joko Widodo tidak membatalkan kenaikan BBM dan mengganti Menteri ESDM dan Direktur Utama PT Pertamina”, tegas Bintang yang juga ketua Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia ( SEMMI) DKI Jakarta.

Hal senada di sampaikan Doni Manurung Perwakilan dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, direktur PT Pertamina juga bertanggung jawab atas kerugian Negara ditahun 2017 sebesar 12 triliun rupiah,  belum lagi saham Pertamina diluar negeri yang tidak transparant di publis oleh PT Pertamina.

“Kami sebagai mahasiswa mendesak KPK RI untuk menyelidiki dirut PT Pertamina yang diduga sebagai mafia migas dalam lingkaran istana negara”

“Kami akan laporkan kepada KPK Dirut PT Pertamina dan beberapa nama yang kami curigai, kami minta KPK berani menindak dengan tegas kami Mahasiswa dan Rakyat Indonesia mendukung penuh langkah KPK untuk melakukan penyelidikan kepada para mafia tersebut”, tambah Doni.

Ditempat yang sama Arief Hidayat ketua umum PW PERISAI DKI mengatakan, saya sebagai pemuda mendesak Presiden juga mengganti menteri ESDM karena sudah melanggar UUD jika tidak kami akan datangi Presiden yang tidak prorakyat dan mengadakan sidang rakyat”, kata Arief

Sebagai penutup Wiryawan sebagai ketua umum Hikmahbudhi Jakarta Utara mengajak kepada para pemuda dan mahasiswa untuk mengawal pemerintah khsusnya terkait masalah BBM.

“Saya prihatin kepada teman teman mahasiswa dan pemuda yang katanya Agent Of Social Change dan Agent Social Control tidak ada suaranya,  oleh karena itu mari kita satukan kekuatan untuk menunjukan bahwa mahasiswa masih bersama rakyat” tutup wiryawan. ****

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here