Kedutaan Azerbaijan Peringati 28 Tahun Invasi Soviet Ke Kota Baku

0
57

Mmorr.news – Tepat hari ini 28 tahun lalu pembantaian terhadap ratusan rakyat Azerbaijan oleh tentara Soviet, terjadi.

Tragedi ‘Januari Hitam’ itu diperingati KedutaanBesar Azerbaijan untuk Indonesia dengan pemutaran film dan pengibaran bendera setengah tiang yang dipimpin oleh Duta Besar Azerbaijan, Tamerlan Garayev.

“Tanggal 19 dan 20 Januari ini adalah hari bersejarah bagi rakyat Azerbaijan, bagi perjuangan kemerdekaan,” kata Dubes Garayev kepada wartawan di bilangan komplek Kedubes Azerbaijan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).

Dalam keadaan gelap gulita dan tanpa siaran televisi, pasukan tentara Soviet dengan mesin perang menginvansi Baku, ibukota Azerbaijan.

Rakyat sama sekali tidak tahu adanya rencana pengumuman situasi darurat, sehingga mereka tidak menyangka bakal diserbu dan ditembaki. Pengumuman situasi darurat militer di Baku baru disiarkan oleh radio lokal pada 07.00 keesokan pagi pada 20 Januari 1990.

Dubes Garayev menceritakan, menurut laporan investigasi resmi Kantor Jaksa Agung Azerbaijan, lebih dari 350 orang tewas dan hampir seribuan orang terluka dalam serangan mendadak itu. 841 orang ditangkap secara ilegal.

“Mereka (tentara Soviet) membunuh para wanita, semua orang, anak-anak di dalam rumah,” tuturnya.

Tank dan mesin perang Soviet menghancurkan apa saja yang ditemukan di jalan menuju Baku. Ratusan bangunan hancur, negara dan warganya menderita di tengah kerusakan material yang besar akibat serangan tentara Soviet.

“Soviet membenarkan invasi dengan mengutip perlunya mengevakuasi orang-orang Armenia dari Baku. Itu adalah kebohongan sinis,” tegasnya.

Tentara Soviet dikirim ke Baku dengan alasan melindungi orang-orang Rusia dan Armenia, yang punya sejarah panjang permusuhan dengan bangsa Azerbaijan. Dalih itu hanya digunakan untuk membenarkan invasi Baku.

“Tujuan sebenarnya dari orang-orang Armenia, yang mengajukan klaim teritorial melawan Azerbaijan,” terang Garayev.

Dua tahun kemudian setelah tragedi berdarah itu, lanjut Garayev,  tepatnya 20 Maret 1992, Azerbaijan mengumumkan kembali kemerdekaan negaranya. Pasukan tentara Soviet harus keluar dari negeri negeri kaya minyak di tepi Laut Kaspia tersebut.

Tapi rakyat Azerbaijan tidak akan melupakan tragedi malam 20 Januari. Anak-anak bangsa yang terbunuh malam itu telah melapangkan jalan bagi gerakan kemerdekaan Azerbaijan. Mereka dimakamkan di tempat paling tinggi di Baku, di sebuah bukit tempat para peziarah bisa memandangi seluruh kota Baku dengan jelas. Bukit tersebut dinamakan ‘Bukit Syuhada’.

“Pada hari ini dan besok rakyat Azerbaijan beramai-ramai mengunjungi makam pahlawan mendoakan para syahid yang terbunuh 28 tahun lalu,  juga ada pemadaman lampu,” ujar Dubes Garayev.(rmol/mars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here