Kebijakan Impor Beras Sakiti Petani

0
217

Rencana impor beras yang dilakukan oleh pemerintah awal tahun 2018 ini dinilai menyakitkan petani. Idealnya, pemerintah fokus untuk menaikkan produksi beras dalam negeri.

Demikian kata Sekretaris Jenderal Komunitas Usaha Pertanian Sentra Usaha Tani dan Agribisnis Nusantara (KUP Suta Nusantara, Awaluddin Deo, di Jakarta, Selasa (22/01)

Menurutnya, rencana pemerintah impor beras sampai 500 ribu ton itu dinilai dapat merugikan petani. Sebab, disaat yang bersamaan masuk musim panen.

Harusnya, kata dia, pemerintah fokus menaikan produksi beras melalui peningkatan fasilitas, saranan dan prasarana. Termasuk mencarikan varietas-varietas unggulan, bukan sibuk dengan mengimpor.

“Langkah pemerintah untuk impor beras saat mau masuk musim panen, tentu akan merugikan petani. Bahkan menyakitkan, bukan melindungi,” tegas pria asal Bima-NTB ini.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pertanian DPP KNPI ini, juga mengatakan bahwa produksi beras petani saat ini justru surplus. “Kalau dihitung dari jumlah kebutuhan dengan produksi beras susuai data yang ada, surplus kok. Kenapa harus impor,” kata dia sembari bertanya.

Jika alasan pemerintah untuk menjaga harga dan melindungi konsumen, menurut dia, tidak begitu berkorelasi. Sebab, apapun alasannya, petani tetap dirugikan. Bahkan, diduga ada yang mencari untung atas impor beras tersebut.

“Tidak masuk akal. Petani tetap dirugikan. Kami khawatir ada yang mau cari untung,” sebutnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here