Kasus Pilgub Sumut & PBB. Demokrat : KPU Ceroboh, tendensisus. Harus Ada Sanksi Keras 

0
64

MMORR.NEWS – Ada dua kasus yang memperlihatkan kecerobohan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pertama kasus JR Saragih yang sempat dinyatakan tidak berhak mencalonkan diri dalam Pilkada 2018 di Sumut, dan kedua kasus Partai Bulang Bintang (PBB) yang  sempat dinyatakan tidak bisa ikut Pemilu 2019.

“Harus ada sanksi keras buat KPU karena terbukti ceroboh dan tendensius dalam mengambil keputusan,”. Demikian di sampaikan Sekretaris Departemen Dalam Negeri Partai Demokrat Abdullah Rasyid dalam keterangannya pada redaksi di Jakarta, Senin (05/03/2017)

Untuk ini tambah Rasyid, Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DDKPP) harus segera bertindak dan memeriksa semua komisioner yang terlibat dalam kedua kasus ini.

Tadi malam Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membatalkan keputusan KPU dan menyatakan PBB yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra berhak ikut Pemilu 2019.

Rasyid membandingkan kasus JR Saragih dan kasus PBB. Bawaslu Sumut juga menemukan hal yang hampir sama dalam Keputusan KPU Sumut menetapkan calon peserta pilkada Sumatera Utara.

“Dalam musyawarah pemeriksaan keputusan terhadap status ‘TMS’ paslon JR Saragih dan Ance Selian, KPU Sumut juga terbukti melakukan kekeliruan, sehingga Bawaslu Sumut memerintahkan KPU untuk melakukan klarifikasi ulang terhadap syarat dan kelengkapan dokumen paslon JR-Ance,” tegas mantan stafsus Menko Perekononian ini.

Rssyid menyebutkan, sikap dan putusan KPU dalam kedua kasus di atas patut diduga karena kecerobohan dan tidak cakapnya komisioner KPU.

Kita berharap DKPP segera menyikapi hal ini, lakukan pemeriksaan intensif. Indikasinya sudah terbukti dalam kedua kasus di atas. Tindakan pemeriksaan ini diperlukan untuk menjaga netralitas dan independensi KPU ke depan.

“Masa depan demokrasi Indonesia terancam jika penyelenggara pemilu  tidak punya integritas dan rawan diintervensi”. Demikian Rasyid yang juga mantan Ketua KPUD Jambi ini.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here