Kapolda NTB Ajak Milenial Lawan Berita Hoax & Ujaran Kebencian

0
37

MMORR.NEWS – Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Nusa Tenggara Barat (DPW PGK NTB) bekerja sama dengan Universitas 45 Mataram menggelar dialog kebangsaan dengan mengambil tema ‘Generasi Milenial Dan Pemilu 2019, di kampus Universitas 45, Selasa (30/10).

Dalam acara ini hadir Kapolda NTB Irjen Ahmad Juri sebagai ‘keynote speaker’. Tampil sebagai pembicara antara lain ketua KNPI NTB Hamdan Kasyim, ketua Bawaslu NTB Khuwailid, ketua Presidium GMNI 2015 – 2017 Chrisman Damanik, rektor Universitas 45 Mataram Dr. Evron Afrial dan ketua dewan pembina DPW PGK NTB Karman BM.

Kapolda NTB Irjend Pol Ahmad Juri menyatakan, generasi milenial merupakan generasi terbaik sejak era 80 an. Secara kualitas generasi milenial lebih komplit baik dari sisi pendidikan maupun pengetahuan.

Keterkaitan antara generasi milenial dengan pemilu sangat erat. Sebagian besar pengguna gadget dan aktif di sosial media adalah para generasi milenial. Melalui pemanfaatan gadget dan sosial media akan mempermudah mensosilisasikan berbagai program pemerintah dan berbagai macam peraturan termasuk membantu pemerintah untuk menciptakan proses pemilu yang damain dan aman dengan tidak ikut membuat dan menyebarkan berita hoax serta ujaran kebencian.

“Generasi milenial harus mempu mempelajari sejarah, mengetahui jati diri bangsa serta indentitas bangsanya, sehingga tidak terbawa budaya luar yang bisa merusak kerukunan kehidupan berbangsa dan negara”, tegas Irjend Ahmad Juri.

Sementara Ketua DPW PGK NTB Karman BM menegaskan, menilik situasi politik dewasa ini cukup memanas terlebih menjelang pelaksanaan pilpres 2019 cukup meruncing. Kehadiran kaum milenial pada pemilu 2019 memiliki posisi penting untuk menciptakan pemilu yang damai dan kondusif.

Generasi milenial menurut Karman sangat rentan menerima berita yang tidak benar tetapi juga mempunyai kesadaran tinggi untuk bisa memfilter berita hoax. Keikutsertaan generasi milenial pada proses pemilu 2019 sangat di perlukan sehingga bisa memberikan warna tersendiri proses demokrasi tersebut. Jaman teknologi seperti saat ini ujar Karman menjadi dua mata pisau bagi situasi negara dan bangsa. Kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi khususnya di media sosial sangat penting, ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) 2013 – 2017 ini.

“Peran generasi muda untuk lebih turut menciptakan situasi yang kondusif begitu penting, terlebih media sosial saat ini berita hoax, ujaran kebencian dan sara begitu masif, jadi di butuhkan kebijaksanaan untuk memfilter serangan hoax dan ujaran kebencian tersebut,” papar Karman.

Menurutnya, kalau situasi ini tidak kita sikapi dengan bijak, hal ini akan berpotensi memecah belah persatuan seperti di Syria, Afganistan dan banyak lagi contoh lain negara yang hancur karena penggunaan sosmed yang tidak bijak, disana keamanan sangat bernilai.

Namun Karman BM yang juga caleg DPR-RI no urut 2 dapil NTB 2 Pulau Lombok dari partai Perindo ini yakin dinamika berbangsa dan bernegara akan tetap terjaga bila perekat yaitu Pancasila masih dijunjung tinggi.

“Selama kita masih punya perekat yaitu pancasila maka terjagalah dinamika berbangsa dan bernegara ini, penggunaan medsos yang baik dan benar akan menguatkan narasi kebangsaan sehingga pemilu kita tetap damai, apapun pilihan masyarakat yg paling penting NKRI harga mati,” tegas Karman.

Di kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Rian Hidayat mengatakan generasi milenial harus aktif memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negara. Rian menyatakan generasi muda harus mempersiapkan diri menerima tongkat estapet kepemimpinan.

“Mau tidak mau tongkat estapet kepemimpinan akan di pegang oleh generasi muda, kesiapan diri mental dan wawasan sangat di butuhkan untuk bisa melanjutkan estapet kepemimpinan tersebut,” jelasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here