KAPAK Desak DPRD DKI Pansuskan Anies Yang Biayai Ratu Hoax Ke Chili

0
234

MMORR.NEWS – Ratna Sarumpaet atas berita bohong tentang kasus pemukulan terhadap dirinya hampir membuat masyarakat Indonesia gaduh atas berita di media social padahal sesungguhnya Ratna Sarumpaet ternyata sedang melakukan operasi plastik muka di rumah sakit Bina Estetika di menteng Jakara.

Demi menutupi prosedur sedot lemak di kedua pipinya yang dijalaninya, Ratna Sarumpaet mengarang sebuah cerita soal pengeroyokan. Cerita itu keluar dari mulutnya sendiri,sehingga semua elit dan tokoh mempercayai cerita tersebut, dimana mereka bersama sama menyudutkan pemerintahan Jokowi karena telah melakukan tindakan kriminal. Demikian di sampaikan La Ode Kamaludin Koordinator Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (06/10/2018).

Menurut Kamal, Kebohongan Ratna Sarumpaet soal penganiayaan terhadap dirinya merembet ke kasus lain. Publik menyoroti rekening yang digunakan Ratna untuk membayar prosedur sedot lemak. Rekening itu sama seperti rekening yang digunakan untuk menggalang dana bagi korban kapal tenggelam di Danau Toba beberapa waktu lalu.

Apakah mungkin Ratna Sarumpaet dengan keji melakukan tindakan tersebut, sangat kontradiktif apa yang kita kenal sosok seorang Ratna Sarumpaet pejuang aktivis hak asasi manusia, jadi sangatlah wajar kami memberikan gelar kepada Ratna Sarumpaet sebagai Ratu Hoax Indonesia.

Aroma busuk semakin terlihat ketika sang ratu hoax berencana kabur terbang ke Chili untuk menyampaikan pidato kebudayaan dalam konfrensi penulis naskah teater internasional, walau pun 500 alasan yang di utarakan jelas kami tidak akan mempercayainya.

Intinya Ratna Sarumpaet ingin kabur dari kasus hoaxnya dan parahnya lagi yang memfasilitasi kepergian Ratna Sarumpaet alias Ratu Hoax Indonesia terbang ke Chili adalah Gubernur DKI – Jakarta Anis Baswedan di mana pengajuan surat
Ratu Hoax disposisi di keluarkan oleh Dinas Parawisata.

“Ada apa dengan Gubernur DKI Jakarta anis Baswedan sampai mengeluarkan anggaran untuk buronan kepolisian, anggaran yang di keluarkan Dinas Parawisata jelas itu adalah anggaran Pendapatan Daerah, kalau anggaran pendapatan daerah dikeluarkan hanya untuk memfasilitasi kepergian buronan kepolisian berarti Gubernur DKI – Jakarta telah dengan sengaja melakukan
konspirasi jahat membiayai buronan Ratu Hoax Ratna Sarumpaet untuk kabur”, sebut Kamal.

Melihat adanya penyelewengan anggaran daerah yang di keluarkan oleh gubernur DKI – Jakarta lewat Dinas Parawisata untuk keperluan Ratna Sarumpaet maka kami Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) mendesak,

Pertama, DPRD DKI – Jakara untuk segera membentuk Pansus atas disposisinya penyelewengan anggaran pembiayaan Gubernur DKI-Jakarta Anis Baswedan melalui Dinas Parawisata atas kepergian Buronan Polisi Ratna Sarumpaet

Kedua, agar Polda Metro Jaya dan KPK untuk segera menangkap Gubernur DKI – Jakarta Anis Baswedan

Ketiga, mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah pusat agar menetapkan pada tanggal 3 Oktober adalah memperingati hari anti hoax Indonesia hari dimana Ratna Sarumpaet telah melakukan kebohongan publik. Demikian Kamal.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here