Jokowi, Pendekar 212 yang Dicintai Rakyat

0
152

MMORR.NEWS – Kemenagan fenomenal Jokowi sebagai Walikota Solo untuk Periode kedua menjadi bukti kalau Jokowi adalah pemimpin yang dicintai rakyatnya.

Jokowi memenangkan kontestasi dengan 90% perolehan suara dengan tingkat partisipasi pemilih kurang lebih 71% dan dari 931 TPS yang ada, pasangan Jokowi – Hadi hanya kalah di 1 TPS saja.

Ini menarik untuk di analisis kenapa kemudian sosok Jokowi begitu di cintai rakyatnya, ungkap Nasir Koordinator Nasional Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) saat di temui awak media di Jakarta, Rabu (01/08/2018).

Menurut Natsir, warga Solo mencintai Jokowi karena beberapa faktor kekuatan Figur Jokowinya sendiri saat menjadi Walikota Solo periode pertama.

Beliau visioner, merakyat, mau mendengar, dan dukungan Wakil Walikotanya. Hal yang fenomenal dilakukan oleh Jokowi adalah penertiban PKL yang bagi kebanyakan orang menjadi permasalahan Kota dan sulit untuk ditertibkan bahkan ketika penertiban diwarnai perlawanan.

Bagi Jokowi semua bisa dilakukan dengan cara manusiawi dengan berdialog secara terus menerus dengan para PKL. Sebab bagi Jokowi memindahkan PKL bukan saja soal habis dipindahkan selesai urusan dan kota menjadi bersih.

Tetapi beliau juga memikirkan dengan memindahkan PKL ke tempat yang baru omsetnya akan tetap atau bahkan bertambah dan pembeli tetap akan datang berbelanja ke tempat yang baru. Konsep pasar baru yang dibuat Jokowi adalah Konsep pasar dengan objek wisata yang dikemas dengan karnaval budaya, sebut Nasir.

Lanjut Nasir, inilah menurut saya Jokowi disebut sebagai pemimpin yang visioner dan memanusiakan manusia serta mau mendengar yang dalam bahasa Solonya pemimpin yang ‘nguwongke wong’.

Dalam kepemimpinan Jokowi, kota Solo kondusivitasnya terjaga dengan baik, sebab kota solo adalah kota yang tingkat radikalisasinya tinggi atau kota yang mendapat julukan kota sumbu pendek, namun ditangan dingin Jokowi iklim investasi meningkat.

Ruang-ruang bisnis baru bagi kalangan menengah terbuka, sejumlah hotel dibangun, produk-produk kerajinan rumahan digelar dan produk kuliner unggulan dikumpulkan semua di satu tempat dengan konsep pariwisata dengan ciri khas budaya masyarakat Solo.

“Bagi masyarakat solo Jokowi adalah sosok pemimpin yang rendah hati, mau mendengar, terbuka dan dekat dengan rakyatnya”, tegas Nasir.

Dia menambahkan, Jokowi sosok Walikota yang dicintai rakyat berbagai kalangan dan lintas golongan. Kekuatan sosok Jokowi membuat elektabilitasnya tinggi saat itu, bahkan ada pameo Jokowi tetap menang meskipun dipasangkan dengan siapapun dan dicalonkan oleh partai politik manapun.

Fenomena Jokowi di Solo mirip dengan Pilpres ketika Susilo Bambang Yudhoyono mencalonkan diri, apapun partainya, SBY Presidennya. Dalam Pilkada Solo itu juga terjadi, apapun partai politiknya Jokowi Walikotanya.

Terlepas dari faktor pribadi Jokowi, figur Wakil Walikotanya juga ikut memberi kekuatan yang secara basis massa kuat.

Rudi adalah kader PDIP dan memiliki basis massa di Solo. Keduanya menjadi pasangan yang kuat dengan chemistry yang harmonis dan tanpa masalah selama berpasangan menjadi Walikota dan Wakil Walikota Solo.

Citra Jokowi sebagai pemimpin rakyat terbangun karena program kerjanya bukan pencitraan semata. Menurut Jokowi membangun program itu penting dan kongkrit langsung dirasakan warga Solo.

Ketika itu jokowi menjadi model pemimpin rakyat, kepala-kepala daerah terispirasi dengan model gaya kepempinan Jokowi. Sebab rakyat membutuhkan model kepemimpinan yang seperti itu.

Ketika ditanya awak media, kenapa menggunakan angka 212, ya karena angka 212 itu artinya Jokowi itu 2 kali jadi Walikota Solo, 1 kali Jadi Gubernur DKI dan insya Allah 2 Kali Jadi Presiden RI. Itulah RENAS 212 JPRI, Jelas Nasir sambil tersenyum.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here