JMNU : Rakyat Dukung Polri Basmi Teroris Perusuh

0
216

MMORR.NEWS – Ulah kelompok nara pidana terorisme di markas komando brigade mobil (Mako Brimob) yang menciptakan kerusuhan dengan menimbulkan korban meninggal 5 orang polisi harus di beri hukuman seberat beratnya. Penegakan hukum yang tegas dan hukuman setimpal atas perilaku barbar kelompok teror ini.

Setelah satu orang polisi berhasil di bebaskan malam ini maka Polri tak boleh lagi bernegosiasi dengan kelompok teror ini, jika tidak di ambil tindakan penegakan hukum yang tegas dan keras maka mereka akan merasa menang dan sewaktu – waktu bisa melakukan hal yang sama.

“Kali ini masyarakat berdiri bersama Polri untuk memberangus habis kelompok teror ini, mereka tidak hanya berbahaya ketika bebas di luar, di dalam tahanan pun masih sangat berbahaya”, ujar M. Adnan Rara Sina, Sekretaris Jenderal Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (JMNU) dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/05/2018)

Menurut Adnan, meski kelompok teror ini sudah memyerah, Polri jangan lagi di beri ampun, tindak penegakan hukum yang setegas tegasnya harus segera di ambil, jangan lagi bernegosiasi dengan kelompok teror, Mako Brimob harus segera di bersihkan dari unsur kelompok teror ini.

Namun kami memaklumi jika Polri seperti yang di sampaikan ke publik, ingin bekerja berdasarkan undang – undang dalam proses penegakan hukum. Meskipun perbuatan kelompok teror tidak pakai aturan, Kerena untuk menegakkan keadilan harus menggunakan cara yang baik bukan dengan cara yang sama dengan kelompok teror.

“Hukuman mati memang bukan domain polisi, namun melihat situasi dan kondisi teroris yang bersenjata api dan melawan maka Polri tak perlu ragu-ragu tembak saja di tempat jika muncul kembali kelompok-kelompok teror ini”, sebut Adnan.

Selain itu sambung Adnan, mari kita ikut doakan para petugas dari Polri yang telah menjadi korban baik yang syahid dalam menjalankan tugas maupun yang luka-luka.

Kepada keluarga korban semoga di berikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Rakyat Indonesia khususnya ummat Islam mari kita sampaikan bahwa kelompok teror yang mengatas namakan agama ini bukan bagian dari ummat.

“Islam adalah rahmat bagi semua, tak ada sedikitpun ajaran Islam mengajarkan kekerasan dan apalagi tindakan barbar seperti perilaku kelompok teror ini. Polri, TNI dan rakyat mari bersatu melawan terorisme yang telah membajak agama sebagai topeng”, pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here