JMNU : Bambang Widjojanto Jangan Adu Sesama Penegak Hukum

0
3108

MMORR.NEWS – Mengherankan tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba publik di hebohkan dengan hasil investigasi yang di klaim dari berbagai media seperti di klaim indonesialeaks masih sangat perlu di kroscek lebih jelas dan akurat akan kebenaran informasinya.

“Kemudian kehebohan ini menjadi makin kuat karena di suarakan oleh mantan pimpinan KPK sekelas Bambang Widjojanto (BW) yang dengan lantang menantang KPK untuk mengusut keterlibatan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian”. Demikian di sampaikan M. Adnan Rara Sina Sekretaris Jenderal Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (JMNU) dalam perbincangan dengan redaksi di Jakarta, Rabu (10/10/2018)

Menurut Adnan, Jelas sebagai mantan pimpinan KPK dengan banyaknya rahasia negara yang di pegang, akan sangat berbahaya jika informasi itu di gunakan menyerang pihak lain. Ini sangat serius dan bisa masuk dalam kategori “abuse of power” meskipun tidak lagi sedang menjabat.

“Kita sudah punya beberapa kali pengalaman bagaimana kegaduhan yang di timbulkan akibat gesekan sesama penegak hukum, jadi BW jangan adu lagi sesama penegak hukum karena pasti akan sangat menguras energi bangsa ini di tengah situasi yang sedang prihatin dan butuh fokus menangani korban bencana”, tegas Adnan.

Adnan menambahkan, memang setiap kejadian politik tak ada yang bersifat kebetulan dan serangan yang di komandani oleh BW untuk memprovokasi sesama aparat penegak hukum ini patut di duga memiliki preferensi politik tertentu, melihat jabatannya sebagai ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang pencegahan korupsi Pemprov DKI Jakarta saat ini.

“Kedepannya perlu secara tegas di atur bahwa orang seperti BW yang mantan pimpinan KPK ini dan telah bekerja di lembaga negara dengan kewenangan luar biasa yang di berikan oleh undang-undang untuk di larang berkomentar soal perkara yang tengah di tangani KPK untuk menghindari conflik of interest”, pungkas Adnan.

Seperti di ketahui dalam investigasi indoleaks ini nama Kapolri Tito Karnavian disebut-sebut menerima aliran dana suap dari Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Dalam laporan Indonesialeaks Kapolri menerima kucuran dana dari Basuki yang tak lain adalah terpidana kasus suap kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017 yang dulu diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain itu juga menurunkan laporan soal kabar perusakan barang bukti aliran dana itu oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni AKBP Roland dan Kompol Harun yang kini sudah ditarik Polri. Kemudian BW mantan pimpinan KPK menantang KPK untuk memeriksa Kapolri dalam pernyataan persnya Selasa (08/10).****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here