Jangan Belajar Gila Mengurus Negara Lewat Cacing Makanan Kaleng

2
566

Teuku Gandawan
#StrategiIndonesia

Menyatakan jika dimasak dengan benar maka apapun dalam kemasan makanan kaleng impor bukan masalah, jelas-jelas benar-benar mengajak rakyat membunuh akal sehatnya. Persoalannya bukan masalah cacing di dalamnya sudah mati atau belum, tapi ini masalah standar mutu makanan kaleng dan masalah jaminan kandungan di dalamnya. Ini masalah standar kesehatan nasional dalam industri makanan kemasan.

Untuk apa kita punya standar mutu kesehatan makanan kaleng kalau kita tak perduli kandungan di dalamnya tidak konsisten? Untuk apa kita memiliki lembaga seperti BPOM kalau produsen yang dibela ketidakbecusannya dan rakyat yang diminta lebih cerdas dan waspada dalam mengonsumsi?

Apa tak sebaiknya kita bubarkan saja semua fungsi lembaga negara terkait dengan industri makanan dan industri kemasan? Toh nyatanya rakyat yang diminta untuk cerdas sendiri kalau ada problem di situ?

Jangan bilang belum ada korban konsumen atas kejadian ini. Darimana anda tau belum ada korban? Karena belum ada laporan? Yakin setiap konsumen akan cerdas menceritakan apa saja yang dia makan dan semua itu akan tercatat detail di dunia medis?

Memang bukan pada tempatnya juga untuk paranoid menduga-duga, tapi marilah kita tempatkan secara proporsional dengan menegakkan aturan tegas mengenai industri makanan kaleng. Jangan membela standar mutu yang ditabrak oleh produsen makanan kaleng.

Dan para pelaku industri makanan kaleng tidak pada posisinya juga langsung berteriak kami rugi, potensi bangkrut, potensi gulung tikar dan pengangguran. Memangnya mereka siap mengganti nyawa jika memang akhirnya ada korban nyawa akibat kelalaian ini terjadi?

Apakah nyawa lebih murah dari isu pengangguran? Jangan lakukan komparasi konsekuensi yang tidak pada tempatnya. Kita sudah punya baku mutu untuk setiap kegiatan, mari cek ulang kesalahan ada dimana dan lakukan koreksi.

Sederhana saja, jika ada temuan yang tidak standar, segera lakukan investigasi dan audit. Lakukan pembenahan jika salah. Jangan berlindung dibalik apapun. Jangan juga mengeluarkan pernyataan tidak ada masalah jika nyatanya memang terjadi hal yang tidak seharusnya.

Kita ini hidup di dunia manusia yang memang memungkin terjadinya kelalaian yang tidak seharusnya. Benahi aturan, benahi proses, kontrol proses awal hingga akhir, lakukan uji mutu secara periodik dan acak.

Jangan setiap insiden sibuk membela diri. Kita tidak sedang belajar menata dengan ngawur negara, industri, makanan dan kesehatan rakyat negeri ini. Jangan belajar gila membenahi negara ini.

Kita sering bicara tentang isu WTO yang diterapkan antar negara. Ada berbagai sisi di dalam pertarungan ekonomi antar negara ini. Salah satu isu utamanya adalah standar baku mutu dan kesehatan produk.

Kita malah harusnya menunjukkan ke dunia bahwa kita termasuk negara yang concern tentang hal ini, baik secara normatif dan saat terjadi adanya temuan. Bukannya membuka ruang fleksibilitas seolah kita siap menerima makanan kemasan dengan baku mutu alakadarnya.

Aset terbesar sebuah negara dan bangsa adalah orang-orang di dalamnya. Mari kita bersama menjaga itu. Jagalah selalu agar setiap jiwa anak negeri ini senantiasa dalam tingkat kesehatan yang terus menerus semakin baik dan tinggi.

Untuk apa? Untuk memastikan agar bangsa dan negara akan terus ada sepanjang masa. Mari kita optimis sebagai bangsa, tapi lakukan dengan rencana yang jelas. Jangan kita bilang kita bangsa yang besar, tapi ketika sampah makanan dijual orang, kita beli dengan bangga dengan alasan buktinya kita masih hidup. Mari berbenah!

Depok, 30 Maret 2018 20.00

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here