Ini Bantahan Ketum OKP ‘Cipayung Plus’ Di Tuding Di Galang BIN Dukung Capres

0
29

MMORR.NEWS – Jelang Pilpres 2019, soal isu dukung mendukung calon presiden terus bergulir. Terbaru adalah isu dukungan dari organisasi kepemudaan (OKP) dari kelompok Cipayung (HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, KMHDI) kepada calon Presiden patahana Joko Widodo yang di duga di galang oleh Badan Intelejen Negara (BIN) sebagaimana di kutip dari akun fb atas nama Djoko Eddhi Abdurrahman mantan anggota komisi 3 DPR RI yang di unggah Sabtu (17/11/2018).

Dalam unggahan akun fb Djoko Eddhi ini tertulis pernyataan seseorang kepada Djoko soal isu suap Kepala BIN kepada OKP Cipayung.

Redaksi kantor berita aktifis mencoba mengkonfirmasi pada Ketua-Ketua Umum OKP yang tergabung dalam kelompok Cipayung yang menjadi tertuduh untuk mengklarifikasi hal ini.

Ketua Presidium Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) I Kadek Andre Nuaba mengatakan dirinya juga kaget mendengar fitnah ini. “Saya baru dapat kabar fitnah tersebut kemarin sore. Kita khususnya KMHDI sudah sangat konsisten menjaga marwah kita sebagai kaum intelektual untuk tidak terlibat politik-politik kotor demikian sejak jauh sebelum pemilu ini akan berlangsung”, ujar Andre saat di hubungi redaksi, Sabtu (17/11/2018)

Menurut Andre, isi ini sebagai upaya adu domba oleh kelompok tertentu yang ingin membenturkan kami mahasiswa dengan publik.

“KMHDI tidak memiliki kepentingan pragmatis apapun dengan Pemilu, apalagi sampai dituduh terlibat sebagai relawan. Saya pastikan, sampai saat ini idealisme dan independensi KMHDI, sama sekali tidak bisa ditawar dengan kepentingan pragmatis tersebut”, tegas Andre

Dia menambahkan, setau saya Madani itu singkatan dari Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia. dan itu bukan
relawan. “Justru setau saya Madani tidak jarang yang malah mengkritisi kebijakan pemerintah”, pungkas Andre.

Sementara Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (DPP IMM) Najih Prasetyo menegaskan, beberapa waktu terakhir ini memang IMM juga selalu dikaitkan dengan isu-isu serupa.

“Saya menyampaikan lagi bahwa IMM tidak pernah terlibat dalam agenda dan kepentingan relawan manapun. Isu apa lagi ini mas”, tutur kader IMM IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Selain itu Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmabudhi) Sugiartana mengungkapkan, pernyataan yang beredar itu hoax, tidak benar adanya. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Semoga di semua kalangan dan semua elemen bangsa bijak dalam menerima informasi dan mengklarifikasi sebelum mengambil kesimpulan sehingga tidak menimbulkan fitnah yang merugikan pihak lain”, tegas Sugi

PP HIKMAHBUDHII saat ini sedang menggelar kongres yang berlangsung tanggal 15 – 20 November 2018 di Pontianak Kalimantan Barat.

“Sekali lagi saya tegaskan berita ini fitnah.
Kepada oknum yang menyebarkan berita hoax kami berharap untuk bertaubat jika tidak maka hal ini akan kami laporkan kepada pihak yang berwenang”, pungkas Sugi.

Tak ketinggalan, Corneles Galanjinjinay Ketua Umum PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) saat di hubungi menjawab singkat, “berita hoax bung, Lagi rapat nih, bentar saya kasih komentar ya”, ujar Cornelis.

Terakhir, Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang dan Ketua Presidium PP PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago belum menjawab saat berita ini di tulis.

Sebelumnya, Respiratori Saddam Al Jihad Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) mengatakan, ini jelas-jelas mengada-ada dan saya tak pernah mendengar namanya Madani (Relawan Madani (Mahasisa Pemuda untuk Jokowi).

“Kami PB HMI sedang fokus Pleno 1 PB HMI. Fitnah mengadu domba mahasiswa, itulah yang terjadi”, sebut Saddam.

Menurut Saddam, kalau dalam teori ‘devide et empira’ atau politik adu domba, maka sebetulnya akhirnya mahasiswa dibiarkan ribut untuk menyibukkan mahasiswa dengan isu tersebut.

“Justru dengan isu tersebut efek nya adalah mahasiswa tidak fokus dalam membangun dialektika kebangsaan”, tegas mantan Ketum HMI Cabang Sumedang itu.

Berikut isi lengkap unggahan sebagaimana di kutip dari akun fb atas nama Djoko Eddhi Abdurrahman mantan anggota komisi 3 DPR RI yang di unggah Sabtu (17/11/2018).

mohon maaf mengganggu. Saya mau minta bantuan Mas Joko. Kemarin saya ada ngetwit tentang suap dari kepala BIN kepada beberapa ormas mahasiswa (PB HMI, PMII, GMNI, GMKi, PMKRi, IMM, Hikmabudhi, KMHDI) yang masing2 ormas mendapat Rp200 juta per bulan, ketua PB masing2 Rp20 juta per bulan.

Ormas Mahasiswa ini dìminta untuk atas nama organisasi agar tidak mengkritisi dan oposan terhadap pemerintahan Jokowi, minimal sampai Okt 2019. Di samping itu, mereka tanpa harus membawa nama organisasi, diminta untuk mendeklarasikan ormas relawan Jokowi bernama MADANI.

Ormas Relawan ini sdh dibentuk para ketum PB dan sementara berkantor di Tebet, dekat kantor BM PAN. Harga sewa kantor Rp280 juta langsung dibayar cash oleh oknum BIN dan biaya ops tahap awal utk Madani Rp 1 miliar sdh diserahkan.

KA BIN juga akan menanggung biaya deklarasi Relawan Madani (Mahasisa Pemuda untuk Jokowi) secara nasional di Surabaya pada Des 2018 sebesar Rp5 miliar daj disusul deklarasi Madani di seluruh propinsi dengan biaya dari BIN Rp500 juta per propinsi.

Source : Klikaktifis.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here