Ini 5 Alasan Kenapa Asep Sholahuddin, Layak Jadi Ketum PB HMI

0
427

 

JAKARTA, MMORR.NEWS – Tertanggal 14 Februari 2018, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) resmi menggelar kongres ke-XXX di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku. Sebagai sebuah organisasi modern pada umumnya, pergantian kursi kepemimpinan di HMI juga merupakan suatu keharusan. Di HMI, Pergantiaan tersebut mesti melalui mekanisme resmi yang disebut Kongres.

Sejak pagelaran dua tahunan itu dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, diketahui sebanyak 21 kader dari berbagai cabang mencalonkan diri untuk menjadi penerus Mulyadi P Tamsir, Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI) periode 2016-2018.

Diantaranya yang cukuo mencuri perhatian adalah Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI Asep Sholahuddin. Pemuda yang terlahir dari rahhim HMI Caabng Ciputat itu berkomitmen untuk memberikan perubahan kepada organisasi yang telah berdiri sejak 1947 ini.

Mengapa sih Asep Sholahuddin patut menjadi Ketum PB HMI? Yuk simak alasannya di bawah ini. Dibesarkan di tanah Ciputat, kaderisasi menjadi perhatian utama Asep.

Menelusuri sejarah HMI, Cabang Ciputat kerap disebut sebagai ‘laboratorium intelektual’. Bukan tanpa alasan, sebut saja Nucholis Madjid, Azyumardi Azra, Komaruddin Hidayat, dan nama besar lainnya sempat menempuh karir HMI di Cabang Ciputat sebelum akhirnya berkontribusi dalam skala nasional terutama dalam membawa spirit ke-HMI-an pada perkembangan Islam di Indonesia.

Senada dengan visi-misi kakanda Asep, pria yang sempat menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Ciputat periode 2013-2014 ini ingin mengembalikan marwah HMI sebagai organisasi yang melahirkan para pemikir muda.

“Visi saya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB HMI adalah melahirkan kembali (Renaissance) HMI sebagai poros pemikiran dan gerakan KeIslaman, KeIndonesiaan, dan KeModernan yang moderat,” kata Asep melalui pesan tertulisnya.

Rekam jejak di HMI, berproses dari Komisariat hingga Pengurus Besar
Bak pohon besar yang tumbuh dari sebongkah biji, kiprah lelaki kelahiran 1989 ini juga berawal dari titik terendah dalam HMI atau tingkat komisariat. Pada periode 2011-2012, Kanda Asep pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum Cabang Ciputat.

Rasanya tidak puas berjuang bersama HMI, pada periode 2013-2014 ia merupakan Ketua Umum HMI Cabang Ciputat. Hingga pada periode 2016-2018, Asep dipercaya menjadi figur yang bertanggung jawab atas segala proses kaderisasi HMI di seluruh Indonesia.

Kehadiran Asep di PB HMI cukup diragukan pada mulanya, dikutip dari Eko Arisandi yang sempat melakukan percakapan dengan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir ditengah isu kurang aktifnya kader HMI Cabang Ciputat saat diberi amanah menjadi fungsionaris PB HMI.

Namun semua keraguan dijawab dengan kerja nyata oleh Kakanda Asep, dimana dalam perjalanan Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI ini tercatat melaksanakan Latihan Kader III di awal periode kepengurusan.

Terakhir, Bidang PA PB tercatat menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan dan Workshop Naskah BDI (Basic Demand Indonesia)
Memiliki program kerja yang matang, ada juga prioritas sepanjang 100 hari kerja
Melalui kampanye tertulis, Kader HMI yang menuntaskan jenjang perkaderannya (LK III) di Badan Koordinasi (Badko) Sumatera bagian Selatan ini memiliki rencana sepanjang 100 hari pertama kerja.

“Di 100 hari pertama kerja nanti, tentu kami akan melakukan konsolidasi internal dan eksternal untuk mewujudkan soliditas kepengurusan. Kemudian hasil Kongres ke-30 ini akan kami sosialisasikan ke cabang-cabang, pasti bekerja sama dengan Badko,” ujar dia.

“Tidak hanya itu, kami juga ingin menjadikan HMI lebih transparan lagi melalui inventarisasi seluruh aset-aset HMI. Kemudian, kami ingin agar PB HMI mampu memberikan suntikan dana bagi setiap Komisariat yang akan menggelar Latihan Kader I,’ sambungnya.

Digitalisasi database kader HMI seluruh Indonesia, program kerja yang sempat mangkrak bertahun-tahun
Salah satu program unggulan Asep adalah digitalisasi database kader. Betapa isu ini menjadi perhatian setelah beberapa kali kursi kepemimpinan HMI berganti, data jumlah Kader HMI se-Indonesia sekalipun belum bisa dituntaskan.

Sentuhan modern dalam digitalisasi dirasa penting pada era modern. Oleh sebab itu, kanda Asep mencanangkan gagasan agar kartu tanda anggota HMI memiliki akses perbankan. “Ini semua demi mewujudkan himpunan yang modern, yang mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi,”.

Figur yang dinantikan HMI
Sebagai Direktur Administrasi Bakornas Leppami PB HMI, penulis menilai Kanda Asep Sholahuddin merupakan figur pemimpin ideal.

Kiranya kanda Asep juga dapat menjadi solusi bagi situasi HMI yang dinilai banyak kalangan tengah mengalami kemandekan. Saya mengenal kanda Asep sejak tahun 2013. Saya respect dengan dia, orangnya visioner, pekerja keras, mengayomi, egaliter dan yang terpenting itu bagus dalam hal komunikasi dan sosialisasi serta saya kira bukan pribadi yang sombong.

Terlebih lagi dia adalah sosok pemimpin yang mampu menghidupi organisasi bukan mencari penghidupan di organisasi.

Jiwa kepemimpinan Asep semakin matang melalui program studi master yang ditempuhnya pada bidang Komunikasi Korporat di Universitas Paramadina.

Tidak cukup itu, lewat karyanya yang menjadi tolak ukur pemimpin ideal di era millenials ‘Etika: Kepemimpinan Dalam Islam’, Asep menunjukan kelengkapannya sebagai seorang figur yang dinantikan HMI dalam mencapai kemajuan.

Asep juga menunjukan kualitas literasi juga kemampuannya dalam membangun narasi, baginya kerja pikiran paling agung adalah berkarya.

Lebih jauh lagi kakanda Eko Arisandi bahkan memaknai kehadiran Asep di PB HMI sebagi muazzin perkaderan, setelah sekian lama berpuasa dalam arena kontestasi kandidat ketua umum, kini kehadiran Asep cukup mengugah selayaknya gemirincing bel atau bahkan pertanda “takbir”.

Bahwa HMI telah lama kehilangan ruh intelektualnya, semangat literasi juga kualitas narasi, maka kiranya kehadiran Asep adalah langkah tepat untuk mengentaskan permasalahan dan mengembalikan ruh HMI dalam nuansa keislaman dan keindonesiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here