Hoax Harus Diperangi, Ulama dan Umat Islam Bengkulu Medukung Langkah Kapolri

0
37

BENGKULU, MMORR.NEWS – Mayarakat dan para ulama di Bengkulu siap mendukung kampanye anti hoax yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selain itu, para ulama dan masyarakat ini juga akan ikut aktif gerakan tersebut, sebagai bagian dari gerakan dakwah.

Hal itu disampaikan Ulama Karismatik, K.H Teungku Muhammad Ali Husein pada saat mengisi tausiyah diacara ramah tamah bersama Kapolri. Ia menjelaskan, hoax dalam hal ini telah menyebabkan nabi adam mendapatkan hukuman.

Menurut Teungku Muhammad, di surga, setan sudah melakukan penebaran hoaxs, dan yang menjadi korban hoaxs tersebut adalah nabi adam. “Setan dan pengikutnya tidak akan henti-hentinya bergentayangan menyeret manusia dengan hoaks agar terpecah-pecah,” kata K.H Teungku Muhammad Ali.

Seperti diketahui, Kepala Polisi Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian saat ini,  kembali mendapatkan apresiasi publik dalam acara ramah tamah bersama Kapolri di Mapolda Bengkulu.

Menurut Teungku, hoax merupakan musub bersama, yang harus dilawan. Dalam hal ini, kata Teungku menegaskan, bukan hanya umat Islam, umat agama lain juga menjadikan hoaks musuh. “Artinya hoaks ini wajib diperangi, hoax juga musuh negara.” tegas Teungku.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan kepada Kapolri dalam memberantas fenomena hoax, ulama Bengkulu itu pun menyematkan sorban kepada Kapolri. Seluruh ulama bengkulu itu menilai, Jenderal Tito Karnavian dipandang sebagai sosok yang berhasil membangun silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan kalangan ulama dan pesantren.

Pada acara ramah tamah itu juga, Jenderal Tito juga mengintruksikan kepada jajarannya, agar menjaga para ulama dan seluruh ulama di Bengkulu harus disambut baik.

Sementara itu, seluruh ulama di Bengkulu juga menyambut baik dan sepakat untuk mendukung program Kapolri, memerangi hoax, ujaran kebencian dan isu Sara, yang saat kni marak terjadi di media sosial.

Kapolri juga dalam kesempatan yang sama, menghaturkan banyak terima kasih kepada para alumni, yang ikut berperan aktif dalam memantai dan memerangi hoax, ujaran kebencian dan Sara.

Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, jika isu hoax, ujaran kebencian dan isu Sara tidak diperangi, hal tersebut dapat memecah belah persatuan bangsa. “Jangan sampai Indonesia menjadi seperti Suriah, Irak, Yaman atau negara lainnya yang porak poranda karena perpecahan.” jelas Kapolri Jenderal Tito.

Sebagai mayoritas masyarakat Indonesia, kata Tito, umat Islam tidak boleh, mudah diadu domba dan dipengaruhi dengan berita bohong, fitnah apalagi isu Sara. (Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here