Hindari Isu Agama Saat Pilkada 2018, Begini Pesan GMKI Kepada Masyarakat

0
42

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Hanya tinggal menghitung waktu, pada tahun 2018 ini, masyarakat disetiap daerah akan melangsungkan pesta demokrasi bernama Pilkada Serentak 2018. Meski begitu, ada beberapa hal yang menjadi kehawatiran bersama.

Salah satunya adalah adanya upaya politisasi agama, radikalisasi, persekusi, ujaran kebencian dan beredarnya informasi bohong alias Hoax, sehingga informasi tersebut, menjadi makanan masyarakat sehari-hari.

Hal itu dikemukakan, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, dalam keterangan tertulisnya, seperti diterima redaksi, di Jakarta.

“Politisasi agama kemudian membuat kita lupa membicarakan tentang persoalan besar, yakni kasus korupsi yang justru menjerat para pemimpin daerah dan nasional,” kata Ketua Umum PP GMKI, Sahat Sinurat.

Oleh karenanya, kata Sahat, GMKI menghimbau kepada masyarakat agar, tidak tertipu dengan politisasi agama, dan tidak terperdaya dengan politik uang. Sambung Sahat, masyarakat harus cerdas dalam memberikan dukungan politik, jangan sampai, praktek demokrasi ini rusak.

“Masyarakat yang cerdas dan berintegritas akan memilih pemimpin yang cerdas dan berintegritas.” sambun Ketua Umum PP GMKI, Sahat Sinurat, dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi.

Ia menegaskan, kepala daerah maupun anggota legislatif yang terpilih dengan cara yang baik dan berintegritas tidak akan punya utang atau janji politik kepada orang-orang yang memberikan dana politik kepadanya.

“Pada akhirnya mereka yang terpilih dengan cara yang baik dan berintegritas akan dapat memenuhi sumpah pelayanannya, yakni memberikan yang terbaik bagi rakyat serta tidak perlu korupsi untuk mengganti biaya kampanye.” tegas Sahat Martin Philip Sinurat. (Ed. Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here