GPII : Polemik Penggalan Video Kapolri sudah selesai, Tak Perlu Di Besar-Besarkan

0
122

Mmorr.news – Beberapa hari ini publik disuguhi dengan berita yang berkaitan dengan penggalan video pernyataan Kapolri Prof. Jenderal (Pol) H. Muhamad Tito Karnavian, MA. Ph.D yang disampaikan sudah hampir setahun, tepatnya pada tanggal 8 Februari 2017 di Serang, Banten.

“Video pidato Kapolri yang aslinya berdurasi kurang lebih 26 menit kemudian dipotong menjadi kurang lebih 2 menit. Penggalan potongan video yang berdurasi kurang lebih 2 menit inilah yang menjadi polemik”, ujar Masri Ikoni, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (02/02/2018)

Menurut Masri, polemik ini kemudian telah diklarifikiasi langsung oleh Kapokri di kantor PB NU di hadapan pengurus PB NU, PP Muhammadiyah dan beberap Ormasi Islam Lainnya.

Kapolri juga sudah bersilaturahmi dengan Ketua MUI untuk menjelaskan tentang penggalan video tersebut dan juga KAPOLRI telah memberikan penjelasan secara langsung kepada pengurus DPP Syarikat Islam (SI) di rumah dinas KAPOLRI, sebut Masri.

“Polemik tentang penggalan video pidato Kapolri sudah selesai dan tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi sampai dipolitisasi”, tegas mantan ketua DPW GPII Sulut ini.

Hal senada disampaikan Ujang Rizwansyah Sekretaris Jenderal PP GPII, ayo kit jaga hubungan yang harmonis antara sesama masyarakat Indonesia. Jangan sampai ummat Islam di adu domba oleh kepentingan segelintir elit yang tak suka persatuan ummat Islam dan persatuan bangsa yang sedang solid-solidnya.

Konteks pidato Kapolri lebih tertuju pada kelompok ideologi transinternasional, ISIS dan kelompok takhfiri yang anti NKRI bukan pada ormas Islam yang ikut berjuang dan mendirikan republik ini, tegas mojang Bandung ini.

“Kami suport Kapolri untuk tetap konsern memimpin Kepolisian RI sebagai institusi terdepan dalam menjaga keamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia”, pungkasnya.

Seperti di ketahui Sebelumnya ada sekelompok mahasiswa dari DPW SEMMI dan Perisai DKI yang berencana melaporkan Kapolri ke Propam Mabes Polri dan melaporkan Jenderal Tito dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penodaan agama jika tak meminta maaf secara terbuka di media nasional. Mahasiswa juga mendesak Kapolri mundur dari jabatannya karena di anggap mengadu domba ummat Islam.****

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here