Gerindra Bilang Wiranto ‘Sandera’ SBY. Demokrat Anggap Itu Spekulasi Liar

0
133

MMORR.NEWS – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rabu siang kemarin. Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Ferry Juliantono berpendapat pertemuan itu membahas perkembangan kasus korupsi bank Century yang menyeret nama Boediono, Wakil Presiden SBY saat itu.

Ferry menduga Wiranto melobi Presiden Ke-6 RI tersebut supaya Demokrat mendukung Jokowi. Kompensasinya adalah pengamanan kasus Century. “Itu kali, ingin ditetapkannya Pak Boediono jadi tersangka. Jadi Pak Wiranto mungkin memberitahu perkembangan ke Pak SBY. Atau juga Pak Wiranto menyandera Pak SBY, kalau gitu Demokrat dukung Pak Jokowi saja. Pasti kurang lebih itu,” kata Ferry di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4), sebagaimana dirilis merdeka.com.

Ferry menjelaskan, maksud penyanderaan tersebut supaya SBY segera mendukung Jokowi yang maju di Pilpres 2019. Walau SBY tak terbukti terlibat dalam kasus Century, namun sosoknya dekat dengan Boediono.

“Ya bukan menyandera tapi mengharapkan Demokrat dan Pak SBY mendukung Pak Jokowi. Tapi pasti perkembangan Pak Boediono, ini kan dalam waktu dekat harus ditanggapi oleh KPK. Sebagai dari bagian yang terpisahkan pasca keputusan praperadilan,” ujar Ferry.

“Oleh karena itu kalau menyangkut nama Pak Boediono, itu kan orang relatif dekat dengan Pak SBY, Pak Wiranto atas nama Presiden menyampaikan kemungkinannya seperti itu. Sekalian nanti 2019 Pak SBY dukung Pak Jokowi. Ya tapi silakan dikonfirmasi saja,” tandasnya.

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan tertutup bersama Menkopolhukam Wiranto di rumah SBY, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Sekretaris Dep.Dalam Negri Partai Demokrat, Abdullah Rasyid mengatakan pertemuan tersebut membahas isu politik ke depan.

“Masalah politik, Pemilukada, Pilpres yang akan datang, karena pak Wiranto kan sebagai Menteri Polhukam, ya tentu menyangkut tentang itu,” kata Rasyid

Menurut dia, Pertemuan Ketum Partai Demokrat SBY dengan Menkopolhukam Wiranto memang memunculkan banyak spekulasi. “Semestinya, inisiatif untuk melakukan pertemuan itu harus dilihat secara positif, saat situasi politik negara sedang hangat degan adanya pilkada serentak dan persiapan pemilu,” ujarnya saat dihubungi redaksi, kamis malam.

Lebih dari itu, Rasyid memandang pertemuan tersebut harus diapresiasi sebagai bentuk upaya ‘mendinginkan’ kondisi politik saat ini. “Pak Wiranto tentu membutuhkan pengalaman Pak SBY sebagai Presiden RI 2 periode yang berhasil mengantarkan proses demokrasi sehat pada bangsa, dengan terselenggaranya secara baik dan aman Pilpres 2014,” tukas politisi nasional asal Kota Medan ini.

Dikatakannya, SBY telah terbukti mampu mampu menjaga kondusifitas politik dan sosial di tanah air saat penyelenggaraan pilkada maupun pilpres lalu. Dan, itu bisa terwujud semata lantaran SBY mampu menjaga aparatur pemerintahan dan penyelenggara pemilu dalam posisi netral.

“Jadi, terkait pertemuan Pak SBY dengan Pak Wiranto, kita mengira spekulasi yang berkembang hanyalah spekulasi liar kelompok-kelompok yang tidak menginginkan peristiwa politik yang sedang terjadi dapat berlangsung damai serta hasilnya sesuai keinginan rakyat,” pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here