Gemura : Kasus Ratna Jangan Di Jadikan Komoditas Politik Dalam Kontestasi Pilpres

0
26

MMORR.NEWS – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (DPP Gemura) sangat prihatin dengan permasalahan yang melanda Ratna Sarumpaet (RS) terlebih-terlebih permasalahan yang sebenarnya merupakan masalah pribadi kini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu menjadi masalah hukum dan politik.

DPP Gemura menilai kebohongan yang dilakukan RS motivnya sangat pribadi yaitu alasan yang dibuat untuk anaknya dan sama sekali tidak melibatkan pihak lain apalagi tokoh-tokoh nasional seperti Pak Prabowo dan lain-lain, ujar Ketua Umum DPP Gemura Oktasari Sabil, S.Sos, Msi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (04/10/2018).

Untuk itu DPP GEMURA lanjut Okta panggilan akrabnya, berpendapat dan berpandangan hal – hal sebagai berikut.

Pertama, bahwa sesungguhnya Prabowo Subianto (PS) dan tokoh-tokoh nasional lainnya adalah korban dari kebohongan yang dilakukan RS sehingga yang sangat dirugikan adalah PS dan tokoh-tokoh nasional lainnya termasuk Tim Kampanye Prabowo-Sandi. Jadi sangat aneh pihak lain merasa terusik dan bahkan membawa permasalahan ini ke jalur hukum dan politik.

Kedua, respon dan keprihatinan PS terhadap pengaduan RS adalah wajar, sehingga tidak ada yang salah dari PS dalam menyikapi issu penganiayaan yang konon dilakukan terhadap RS. Apa yang dilakukan PS tidak bisa dikatakan hoax karena beliau mendengar langsung dari sumbernya.

Bahwa kemudian apa yang disampaikan RS adalah bohong, bukanlah urusan PS karena beliau tentu tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui apakah cerita RS itu bohong atau tidak.

Ketiga, respon dan sikap PS terhadap kejadian yang diceritakan RS sama halnya dengan respon dan kepedulian beliau dalam kasus-kasus lain seperti kasus TKI asal Belu NTT di Malaysia yang bernama Wilfrida Soik yang terancam hukuman mati.

Bedanya, kasus Wilfrida benar, sementara kasus RS tidak benar. Tidak ada yang salah, justru telah menujukan niat yang baik terhadap siapa saja yang menimpa masalah, sebut Okta.

Menurut dia, sangat berlebihan dan tidak masuk akal jika kemudian PS diseret-seret oleh pihak-pihak tertentu ke ranah hukum, disinilah sebenarnya terlihat ada pihak yang ingin memanfaatkan ketidak jujuran RS untuk kepentingan politik tertentu.

Jika semua pihak mau jujur, sebenarnya justru dengan reaksi PS dan tokoh-tokoh nasional tersebut, kasus ini dapat terkuak setelah aparat kepolisian bergerak dengan cepat. Bayangkan kalau tidak desakan atau reaksi dari tokoh nasional, kasus ini bisa menjadi misteri seperti kasus-kasus lainnya.

GEMURA meminta kepada semua pihak untuk tidak menjadikan kasus ini sebagai komoditas politik dalam kontestasi Pilpres. Ada pihak yang telah melaporkan PS dan sejumlah tokoh nasional sangat lebay dan salah alamat karena tidak ada yang dirugikan, tidak satu pihak pun yang dituduh melakukan kriminalisasi terhadap RS, beber Okta

Kata dia, dadi apanya yang mau diproses? Masih banyak kasus-kasus besar lainnya yang belum terselesaikan yang perlu mendapat perhatian aparat kepolisian. Kalau mau dibanding-bandingkan masalah-masalah lain seperti statmen memilih si A masuk surga dan memilih si B masuk neraka, justru ini yang meresahkan dan menyesatkan tapi kan tidak ada yang mau mempersoalkan.

“Semua pihak perlu meluruskan niat, menunjukan kebesaran jiwa, tidak perlu mempolitisasi sebuah fenomena sosial untuk kepentingan politik”, pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here