Gagal Deteksi Penganiayaan Tokoh Agama, Kepala BIN Di Desak Mundur 

0
103

Mmorr.news –  Pimpinan Wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PW PERISAI) DKI Jakarta angkat bicara terkait permasalahan banyaknya penganiayaan dan pembunuhan tokoh agama diIndonesia belakangan ini yang tidak bisa dideteksi dini dan lambatnya aparat dalam menuntaskan masalah ini, merupakan kesalahan dari Badan Intelejen Negara.

Arief Hidayat Ketua Umum PW Perisai DKI Jakarta menegaskan, Pemerintah dalam hal ini Badan Intelejen Negara (BIN) tidak serius atau kurang maksimal dalam menangani kasus maraknya penganiayaan tokoh agama diIndonesia.

Dari persekusi biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Desa Caringin Legok, Tangerang, penyerangan Gereja Lidwina, Bedog, Sleman, dan kekerasan terhadap pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung, KH. Umar Basri.

Serta penganiayaan terhadap ulama sekaligus pengurus Pimpinan Pusat Persis, H. R. Prawoto hingga meninggal dunia, yang terakhir dan baru baru ini  K.H. Hakam Mubarok sang pengasuh pondok yang juga mantan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang terluka diserang orang tak dikenal dipondok pesantrennya, sebut Arief.

“Dengan motif yang sama berlatar belakang orang tersebut gila ini menunjukan lemahnya BIN dalam menyerap Informasi yang ada untuk segera menyelesaikan permasalahaan ini”, tegasnya

Arief juga menambahkan, seharusnya BIN bisa bekerja secara maksimal untuk segera menyelesaikan ini, dari sekian masalah dengan motif yang sama kami kira ada aktor intlektual yang ingin merusak kebhinekaan Indonesia dengan menteror para pemuka agama.

Sehingga masyarakat akan saling curiga satu dengan yang lainnya, dalam permasalahan ini. “kami minta kepada DPR dan Presiden meninjau ulang kinerja BIN dan jika permasalahan ini tidak bisa selesai dalam waktu 3×24 jam kami akan turun kejalan menyampaikan aspirasi kami untuk DPR dan Presiden mengganti Kepala BIN karena kinerjanya yang buruk”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here