Dukung Industri Film Tanah Air, Johnny Situwanda Gelar Nonton Bareng Film Jejak Cinta Karya Produser Hasan Karman

0
292

Johnny Situwanda salah satu bakal calon Legislatif DPRD DKI Jakarta Dapil III (Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Pademangan, dan Kecamatan Tanjungpriok) menunjukkan dukungannya terhadap industri film tanah air.

Rencananya, Johnny Situwanda akan menggelar nonton bareng film jejak cinta pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 di Pluit Junction dan hari Kamis, 16 Agustus 2018.

Film produksi Trazz Production dan Scene Film yang rencananya tayang di layar bioskop mulai 6 September 2018 ini membawa pesan agar para wanita yang terkena kanker serviks untuk menyikapi penyakit tersebut secara positif.

Film yang dibintangi Baim Wong, Prisia Nasution, Mathias Muchus, Della Perez dan Zora Vidayatia ini menceritakan Maryana (Prisia Nasution), seorang desainer batik yang sengaja pulang ke tanah kelahirannya di Singkawang untuk membuat desain batik terbarunya yang akan diikutkan dalam ajang Festival Batik di Berlin.

Maryana setiap hari sangat khawatir dirinya terkena kanker serviks, pasalnya almarhumah ibunya meninggal karena kanker serviks stadium 4.

“Maryana memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun ia tak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter tersebut, karena khawatir hasilnya adalah dia positif terkena kanker serviks,” ujar Tarmizi sutradara film.

Di sisi lain, Maryana dan suaminya Hasan (Baim Wong), ingin sekali mempunyai anak.

“Namun bagaimana bisa punya anak, kalau seandainya sang istri terdeteksi kanker serviks?” tuturnya.

Cerita bertambah rumit, ketika suatu hari, Hasan mendapat telepon dari Sarah (Della Perez). Selama ini, Hasan dekat dengan ayahnya Della (Mathias Mucus).

“Keluarga orang tua Della tengah mengalami musibah. Ayahnya Della dipenjara karena terlibat sebuah kasus. Ia meminta Hasan menolong Della. Hasan bersedia menolong tapi ia bingung, karena ia sudah beristri, sedangkan ia punya hutan budi kepada ayahnya Della,” paparnya.

Lalu bagaimana akhir film ini? Keputusan apa yang akhirnya diambil Hasan?

“Pesan tentang penyakit kanker serviks menjadi sangat menarik dalam film ini, karena dikemas dalam problematika keluarga,” kata Tarmizi yang telah menelurkan ‘Kalam-Kalam Langit’.

Ditambahkan Produser Eksekutif ‘Jejak Cinta’, Hasan Karman, selain tentang kanker serviks, ‘Jejak Cinta’ juga membawa pesan kebangsaan dari ranah Singkawang yang dijuluki ‘Negeri 1.000 Kelenteng’. Film ini juga mengangkat realita kehidupan masyarakat, budaya, dan objek wisata yang ada di kota Singkawang.

“Di Singkawang, masyarakatnya merupakan perpaduan etnis yang kekayaan budayanya menjadi daya tarik tersendiri. Selain mengangkat sisi romantika, ‘Jejak Cinta’ juga mengangkat batik khas Singkawang yaitu Batik Tidayu (Tionghoa, Dayak dan Melayu),” ujarnya.

Melalui film ini, pihaknya juga ingin mengusung pesan kebangsaan, yakni persatuan bangsa kita yang multietnis, makin kuat persatuannya dan saling menghargai satu sama lain.

“Film ini sekaligus menggambarkan persatuan Tidayu yang sangat baik di Singkawang. Di samping itu, di film ini juga mengangkat budaya Cap Go Meh, untuk mendorong pawisata Kalimantan Barat,” pungkasnya sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here