Desa Harus Berdaulat, GMKI Gelar Sarasehan Nasional di Desa Sumba

0
58

MMOR.NEWS – Saat ini, ada sebanyak 122 daerah tertinggal dan jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,77 juta orang dengan 17,10 juta orang yang tinggal di daerah pedesaan. Melihat hal tersebut, mahasiswa harus semakin peka dan turut terlibat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Sahat Martin Philip Sinurat, dalam keterangan tertulisnya, seperti diterima redaksi.

Dalam beberapa hari ini, mahasiswa bersama masyarakat, akan menggelar acara saresehan nasional. Acara tersebut rencananya akan digelar di Desa di Waikabubak, Sumba Barat.

Pada acara saresehan nasional tersebut, GMKI akan menghadirkan beberapa pembicara, untuk menyampaikan materi tentang membangun desa berdaulat dah mandiri, serta membangun potensi desa berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Selama ini mahasiswa mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) dalam proses perkuliahan di kampus. Sudah ada upaya dari kampus untuk mendekatkan mahasiswa dengan desa. Oleh karena itu pemerintah perlu membuat kebijakan lebih lanjut agar mahasiswa dapat terjun lebih dalam membangun desa,” kata Sahat.

Kegiatan saresehan nasional itu, rencananya akan diikuti oleh sebanyak 500 peserta, dari Aceh hingga Papua, yang terdiri dari mahasiswa, perwakilan masyarakat, pendamping desa, dan aparatur desa dab anggota GMKI seluruh Indonesia.

Acara tersebut juga akan dihadiri oleh Menteri Desa PDTT, Eko Putra Sandjojo, Satuan Tugas Dana Desa, Bibit Samad Riyanto, Putri Pariwisata 2016, Lous Merry Tangel, dan beberapa pembicara lainnya.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa dan masyarakat desa, dan yang paling utama, mahasiswa dan para alumni kampus akan ikut berperan dalam mewujudkan desa yang berdaulat dan mandiri,” ujar Sahat Sinurat. (Haji Merah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here