Cipayung Plus Desak Jokowi JK Copot Jenderal Moeldoko Dari Jabatannya Di KSP

0
621

MMORR.NEWS – Politikus Golkar Yorrys Raweyai menyambangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Kedatangan Yorrys untuk mematangkan persiapan deklarasi relawan untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Yorrys mengaku telah melaporkan hasil Rapimnas Konfederensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) beberapa waktu lalu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Untuk itu, kunjungannya ke KSP kali ini untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut bersama Deputi IV KSP Eko Sulistyo.

“Sebelum itu saya kan lapor sama Kepala KSP (Moeldoko), sehingga beliau ikut monitor hasil ini melalui Pak Eko (Deputi IV KSP Eko Sulistyo). Hasil sudah selesai kemarin saya Kontak beliau minta hari ini laporkan tindak lanjut ke depan mewujudkan langkah-langkah konkret dalam rangka deklarasi relawan pekerja untuk Jokowi di 2019,” ujar Yorrys saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/2/2018) dikutip detik.com

Menyikapi hal tersebut Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta menggelar konferensi Pers di Jl Sam Ratulangi 1, Gedung Margasiswa, Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Senin (05/03)

Sejumlah organisasi yang hadir dan tergabung dalam Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta diantaranya HMI Cabang Jakarta Raya,PC Hikmahbudhi Jakarta Utara, GMKI DKI Jakarta, GMNI Jakarta Pusat,Perisai DKI Jakarta,SEMMI DKI Jakarta,KMHDI DKI Jakarta,PMKRI Jakarta Pusat,Univ.Negri Jakarta,UHAMKA,UBK,GMM,dan UMT.

Dalam Konferensi Pers Bintang selaku kordinator lapangan menegaskan akan melaksanakan aksi demonstrasi didepan Istana Negara Jumat 9 Maret 2018 mendatang.

berikut pernyataan pers pers yang dibacakan oleh peserta konferensi pers secara bersama sama.

Assalammualaikum. Wr. Wb
Salam Sejahtera….

Kantor Staf Presiden merupakan Unit Staf Kepresidenan, yang dibentuk dengan Perpres No. 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden, untuk memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam mengendalikan pelaksanaan 3 kegiatan strategis yaitu pelaksanaan Program – Program Prioritas Nasional, aktivitas terkait komunikasi politik kepresidenan, dan pengelolaan isu strategis.

Dalam menunju Pilpres 2019 KSP yang diPimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko sudah mulai berubah peran dan fungsinya yang telah diatur dalam peraturan, Cuitan yang diunggah oleh Akun Twitter resmi KSP tentang PDIP kembali memberikan dukungan kepada Joko Widodo telah melupakan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aturan lainnya.

Ditambah KSP telah menerima berkas telah relawan Joko Widodo pada pilpres 2019 diIstana Negara menunjukan keberpihakan KSP selaku Aparatur Sipil Negara dalam momen politik pragtis,  oleh karena itu kami Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan yang tergabung dalam Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta,

Memperhatikan :
1. Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

3. putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 41/PUU-XIII/2014 tanggal 6 Juli 2015.

4. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil,

5. Pasal 280 ayat 2 huruf G UU Pemilu

6. PP No 14 th 2009 pasal 1 angka 3
(Kepmenkeu : No 225/MK/V/4/1971) tentang Fasilitas Negara yang dibiayai APBN

7. Perpres No. 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden.

Menimbang :
1. Kepala KSP telah mengubah peran dan fungsi KSP dari awal pendiriannya dan telah diatur.

2. Kepala KSP telah menggunakan fasilitas negara (Istana Negara) untuk kepentingan kelompok dalam Politik Praktis

3. KSP telah diduga telah menjadikan Komplek Istana Presiden sebagai Posko Relawan Jokowi dengan menerima berkas Relawan didalam Komplek Istana Negara

4. KSP diduga akan memakai seluruh Fasilitas Negara Untuk Pemenangan Jokowi di 2019

5. KSP diduga melakukan keberpihakan pada Pemilu Serentak 2018-2019

Maka kami Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta Memutuskan :
*”Mendesak Joko Widodo dan Jusuf Kalla Selaku Presiden RI dan Wakil Presiden RI Mencopot Atau Memecat Saudara Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko secara tidak hormat karena telah banyak melanggar UU dan Peraturan Negara”*

Dengan hasil pertimbangan dan kajian yang kami lakukan maka kami Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta akan mengadakan turun aksi dengan tema “Jumat Kramat Untuk KSP” dan kami  mengundang dan mengajak seluruh kawan kawan media massa untuk datang meliput kegiatan kami,  
Tanggal : Jumat,  9 Maret 2018
Tempat  : Istana Negara
Waktu.   : 10.00 s. d Selesai

Denikian hasil konferensi pers ini dapat kami sampaikan atas perhatian dan attensi kawan kawan kami ucapkan terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here